Surya/

Dindik Pertahankan Kurikulum Bahasa Inggris

Bahasa Inggris itu bukan kurikulum wajib, tetapi masuk muatan lokal. Jadi digunakan atau tidak, itu keputusan sekolah

SURYA Online, MALANG-Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang berkomitmen mempertahankan kurikulum Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Zubaidah, Sekretaris Dindik Kota Malang membeberkan, kendati ada wacana penghapusan kurikulum Bahasa Inggris di tingkat SD, ia tetap membolehkan sekolah memasukkan kurikulum Bahasa Inggris.

"Bahasa Inggris itu bukan kurikulum wajib, tetapi masuk muatan lokal. Jadi digunakan atau tidak, itu keputusan sekolah," kata Zubaidah, Kamis (1/11/2012).

Karena itu, pihaknya tidak akan memberikan momentum larangan menggunakan kurikulum Bahasa Inggris di tingkat SD. Terlebih, sekolah dengan status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) memang membutuhkan kurikulum Bahasa Inggris untuk menunjang kualitas siswa. "Sekarang di TK pun sudah diajari Bahasa Inggris dan baca tulis. Padahal itu semua belum wajib," uraiannya.

Penghapusan kurikulum Bahasa Inggris dinilai Zubaidah cocok diterapkan di kota-kota kecil. Namun, untuk kota besar seperti Kota Malang, kurikulum Bahasa Inggris sudah mendekati wajib. Bahasa Inggris menjadi salah satu indikator sekolah unggul. "Bahasa Inggris menjadi nilai plus, apalagi itu juga tuntutan masyarakat, jadi sayang sekali kalau sampai benar-benar dihapus," tukasnya.

Kepala SDBI Tlogowaru ( RSBI ) Lilik Sulistyowati menambahkan, di sekolahnya memang ada tambahan pelajaran Bahasa Inggris. Bahkan Bahasa Inggris sudah dia kenalkan kepada siswa sejak kelas 1. "Ketertarikan siswa terhadap Bahasa Inggris juga tinggi. Apalagi ada hari khusus untuk ber-Bahasa Inggris," ujar Lilik.

Penulis: Siti Yuliana
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help