• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Surya

Dari Desain Garap Properti

Kamis, 1 November 2012 13:40 WIB
Dari Desain Garap Properti
surya/habibur rohman
Mengembangkan bisnis desain grafis dan desain produk dalam bendera Planet Desain bagi Fauzan Teguh Hananto tidak mudah. Selama tujuh tahun berdiri, jatuh bangunnya luar biasa.

Secara jujur diakui, dirinya tak punya latar belakang manajemen. Hanya punya ilmu desain. Ayah kandungnya juga guru. Jadi, berwirausaha adalah pengalaman baru bagi Fauzan. Terasa sekali, saat mengembangkan Planet Desain, pada awalnya agak berat.

Usahanya nyaris limbung karena uang dibawa lari pegawainya. Fauzan juga ditipu klien. Namun, semua itu tak menyurutkan langkahnya, dalam meneruskan bisnis yang diawalinya dari hobi itu.

"Sekarang sistemnya sudah jalan, dan yang meng-handle Planet Desain adalah anak buah saya, sementara saya men-diversifikasi usaha di bidang properti," jelas pria 33 tahun ini.

Untuk merekrut karyawan mumpuni, ia lebih mengandalkan almamater, yakni membuka kesempatan bagi mahasiswa ITS Desain Produk untuk magang di tempatnya. Tak hanya itu, pelajar SMK jurusan desain juga diperbolehkan.

Menurut finalis Wirausaha Muda Mandiri 2009 ini, membangun bisnis untuk menghasilkan omzet besar tidak mudah, tapi kalau diawali dari hobi akan terasa enteng.

Suatu kali, ia berurusan dengan klien perusahaan ternama. Sudah order tapi belum bayar full, dan akhirnya dibatalkan. Desain Fauzan dijiplak di tempat lain yang harganya lebih miring tapi kualitasnya di bawah buatannya.

"Saya merasa ditipu, tapi biarlah, toh nanti pasti ada order lain kalau bisnis kita jujur," jelas sulung dari tiga bersaudara ini.

Fauzan berencana mengembangkan Planet Desain kongsi dengan pengusaha di Eropa. Ia hendak membuka cabang di Belgia atau Belanda karena ada teman yang menawari. Saat ini, klien dari Eropa baru Nivea.

Selain fokus pengembangan cabang, alumnus Desain Produk ITS ini mulai fokus properti. Meski masih skala kecil, tapi sektor ini dianggap sangat potensial. Ada beberapa proyek properti yang sedang digarap, di antaranya perumahan di Sukolegok Sidoarjo, Diamond Regency Keputih dan Agrowisata Sebatu di Ubud Bali.

Proyek agrowisata menjadi salah satu andalan mengingat omzet sangat menggiurkan. Dengan investasi Rp 1,8 miliar, dan baru lima bulan lalu beroperasi, Fauzan menyewa lahan seluas 1,5 hektare untuk jangka waktu 30 tahun. 

Awalnya mau dibangun vila tapi tidak deal, sehingga beralih ke agrowisata. Ada kebun kopi sekaligus produksi kopi luwak. "Wisatawan bisa datang menyaksikan, prosesnya gratis, tapi minum kopinya bayar," paparnya.

Saat ini, lahan terpakai baru 4.000 m2, jadi masih ada sisa lahan cukup banyak dan segera dimanfaatkan untuk vila kecil-kecilan, restoran, art shop, serta kebun gaharu dan cengkeh. (habis)
Editor: Tri Dayaning Reviati
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
324931 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas