A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

2013, Kota Malang Hapus PPDB Jalur Mandiri - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Surya

2013, Kota Malang Hapus PPDB Jalur Mandiri

Kamis, 1 November 2012 15:27 WIB
SURYA Online, MALANG - Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2013/2014  di Kota Malang bakal meniadakan jalur mandiri.

Nantinya, setiap sekolah wajib mengikuti jalur online, satu-satunya jalur yang disediakan Dinas Pendidikan (Dindik) untuk penerimaan siswa baru.

Suwarjana, Kepala Bidang Pendidikn Menengah Dindik Kota Malang mengatakan, sejauh ini, keputusan Dindik untuk menghapus jalur mandiri masih bulat. Rencana penghapusan jalur mandiri itu pun telah disosialisasikan kepada semua sekolah.

Kendati telah disepakati jalur mandiri dihapus, teknis pelaksanaan PPDB 2013/2014 belum dibahas secara rinci. Menurut Suwarjana, pembahasan teknik akan dilakukan lima bulan sebelum jadwal PPDB dilaksanakan. "Juli PPDB dilaksanakan, jadi sekitar Februai atau Maret baru dimatangkan semua," kata Suwarjana, Kamis (1/11/2012).

Tujuan penghapusan jalur mandiri yakni untuk memudahkan proses penerimaan siswa baru. Apabila menggunakan jalur mandiri, dipastikan membuat pihaknya dan sekolah kerepotan. Selain itu, jalur online diyakini bisa mendorong keterbukaan publik atau transparansi. "Selama ini, jalur mandiri dinilai jalur mahal atau titipan, kami akan hapus image itu," tukasnya.

Mengenai kuota siswa luar kota, masih mengacu pada angka 10 persen. Jumlah itu lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang memberi kuota 10 persen jalur online dan tidak ada batasan untuk jalur mandiri. Sebab, siswa yang diterima jalur mandiri dilihat dari hasil tesnya.

Suwarjana juga menghimbau siswa untuk siap-siap menghadapi PPDB itu. Pasalnya diterima tidaknya siswa tergantung dari nilai Unas. Namun ada kemungkinan Dindik akan memodifikasi syarat online dengan nilai rapor. "Teknis-teknis itu yang akan kita bahas nanti," tukasnya.

Sementara itu, Tri Suharno, Ketua Musyawarah Kerja Kepala SMAN se-Kota Malang mengatakan setuju dengan rencana Dindik itu. Terlebih, tujuan PPDB yang hanya jalur online dinilai Tri sebagai alat meningkatkan mutu pendidikan. "Tidak ada lagi rekayasa. Siswa berprestasi akan memperoleh ruang atau wadah yang sesuai,". Kata Tri.

Jalur Online tambah Tri, tentu akan memudahkan sekolah untuk melakukan penyeleksian. Sebab, seleksi dilakukan oleh satu sistem yang terkoordinasi dengan baik.
Penulis: Siti Yuliana
Editor: Suyanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas