Pengamat Setuju Status RSBI Dicabut
Selain mutu RSBI yang rendah, salah satu penyebab image pendidikan mahal lantaran keberadaan RSBI itu
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Menurut Suparto, tidak ada perbedaan berarti antara sekolah RSBI dan SSN. Bahkan untuk prestasi, siswa dari sekolah RSBI tidak menonjol."Secara prestasi siswa dari sekolah SSN lebih unggul dari siswa RSBI," kata Suparto Rabu (31/10/2012).
Ungkapan itu bukan omong kosong belaka. Berdasarkan pengamatannya, rata-rata siswa yang memiliki Nilai Ujian Nasional (NUN) tertinggi di Kota Malang berasal dari sekolah SSN. "Nah itu buktinya bahwa RSBI hanya status belaka. Karena itu lebih baik dikembalikan pada SSN saja," tegasnya.
Secara kurikulum memang tidak ada perbedaan yang menonjol antara sekolah RSBI dengan SSN. Perbedaannya hanya pada tambahan kurikulum yang mengacu pada cambridge university. Sehingga siswa lulusan sekolah RSBI akan mendapat sertifikat Cambridge itu. "Itu saja perbedaannya," katanya.
Tanpa ada kurikulum tambahan dari Cambrigde University, urai Suparto, ijazah sekolah SSN sebenarnya sudah diakui di seluruh negara. Terbukti, banyak orang Indonesia yang melanjutkan pendidikan di luar negeri dengan menggunakan ijazah dari sekolah SSN.
"Status RSBI Itu hanya akal-akalan, atau proyek untuk mengeruk uang masyarakat dan untuk memperoleh dana dari Pemerintah saja," jelas mantan sekretaris Dewan Pendidikan ini.
Selain mutu RSBI yang rendah, salah satu penyebab image pendidikan mahal lantaran keberadaan RSBI itu. Sebab, untuk masuk sekolah RSBI, orangtua harus membayar puluhan juta rupiah.
Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana enggan berkomentar masalah pencabutan sekolah berstatus RSBI. "Yang jelas kami selalu berupaya meningkatkan kualitas sekolah RSBI. Prestasi siswa juga cukup cemerlang," kata Suwarjana.