• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Surya

Berani Menekan Marjin Keuntungan demi Kualitas

Rabu, 31 Oktober 2012 13:21 WIB
Berani Menekan Marjin Keuntungan demi Kualitas
surya/habibur rohman
Fauzan Teguh Hananto selalu berkomitmen memuaskan kliennya.
Peluang menggarap industri kreatif di bidang desain grafis saat ini masih terbuka lebar. Peluang inilah yang ditangkap Fauzan Teguh Hananto, dalam mengembangkan Planet Desain. 

Bermodal Rp 500.000 pada tahun 2006, Fauzan kini mampu mengantongi hingga Rp 1,5 miliar setiap bulannya. Ia mengembangkan bisnis desain produk, desain grafis hingga desain interior sekaligus jasa konsultasinya.

Kliennya adalah sejumlah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang consumer goods, rokok, kesehatan, perbankan, telekomunikasi, fashion, otomotif hingga perguruan tinggi. 

Awalnya, ia merintis usaha  karena kebetulan kuliah di Jurusan Desain Produk ITS. Sejak kuliah tahun 1998, Fauzan terbiasa mendesain. Waktu kuliah, hanya sebatas brosur, stiker dan kartu nama.
 
"Proyeknya kecil-kecilan tapi sudah saya komersialkan buat nambah uang jajan,” ujar bapak dua anak ini. 

Setelah lulus, Fauzan kebetulan dikenalkan dengan manajer di perusahaan P &G. Saat itu, ia mendapat proyek membuat desain produk untuk sampo. Mulailah ia mengerjakan grafis brosur hingga bentuk rak display sampai neon box untuk ritel modern. Waktu itu, proyeknya di Tuban.

P&G menilai proyek itu sukses sehingga tahun berikutnya, Fauzan kembali dipercaya orang itu untuk membuat 17 rak produk sampo itu.

Mendapatkan proyek senilai Rp 17 juta per rak saat itu membuatnya sumringah bukan main, meski ia sempat utang pada perusahaan advertising tempatnya bekerja freelance karena mengandalkan gaji Rp 500.000 saja dirasa tidak cukup.

Keuntungan saya dari proyek itu hanya Rp 3 juta, karena material raknya saya pilihkan yang bagus dan untuk pengerjaan fisik saya sewa tukang.
 
"Total cost-nya tidak kecil,” kata pria yang pernah menempuh D1 Teknik Sipil ITS pada 1997 ini. 

Namun, demi mempertaruhkan nama dan menjaga kualitas Fauzan rela menekan marjin keuntungan.  Bagi pria yang tinggal di kawasan Galaxy Bumpi Perma ini, untuk membuka jalan,  seseorang  harus mampu menjadi sosok yang dipercaya klien. 

Mengenai kompetisi harga di pasar itu belakangan. "Bagi saya,  yang penting itu menjaga kualitas dulu,” paparnya.

Suami Ruslina Asrianti ini mengaku, memasuki pasar desain di Indonesia sebetulnya bukan perkara mudah. Banyak sekali orang kreatif di negara ini, sehingga yang harus diperhatikan pertama kali adalah fokus membidik segmen.

Persaingan di pasar kalau soal inovasi sangat ketat karena menjadi plagiat itu sangat mudah dan tidak ada desain yang murni milik seseorang. "Salah satu pembeda kami, di antaranya adalah servis 24 jam,” jelasnya.

Tagline (semboyan bisnis) Fauzan dalam mengembangkan usahanya, adalah ATM yakni Amati, Tiru, Modifikasi. “Ide atau gagasan itu,bisa berasal dari mana saja. Yang penting, harus ada modifikasinya,” ujarnya.

Setelah bekerja kerasa di awal, arek Suroboyo kelahiran 24 Mei 1979 akhirnya memiliki tiga kantor cabang Planet Desain, yakni di Surabaya, Jakarta, dan Medan, dengan empat workshop di daerah Sedati, Jagir, dan dua lokasi di Jakarta. Jumlah karyawan yang mengerjakan desain sekitar 85 orang di tiga kantor cabang itu. (bersambung)
Editor: Tri Dayaning Reviati
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
323591 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas