Selasa, 25 November 2014
Surya

Pembobol Bank Jatim Tinggal di Rumah Mewah

Jumat, 26 Oktober 2012 21:34 WIB

Pembobol Bank Jatim Tinggal di Rumah Mewah
surya/adrianus adhi
Rumah Mewah di Klampis Regency ini pernah dihuni Yudi dan keluarg selama lima tahun.
SURYA Online, SURABAYA - Yudi Setiawan (31), tersangka pembocoran dana Bank Jatim sampai Rp 50,4 Milyar diketahui pernah pulang ke rumahnya di Klampis Regency, Semolowaru,
Surabaya pada September silam.

Pengakuan ini terkuak dari pernyataan salah satu satpam perumahan, Abdul (31). Dia menjelaskan, wajah Yudi saat pertama kali pulang memang sudah kusut.

“Saya gak tahu kenapa, tapi setelah mendengar pemberitaan akhirnya saya tahu juga alasannya,” kata Abdul di pos jaganya.

Menurut Abdul, Yudi sudah lima tahun berdiam di kawasan perumahan elite ini. Di rumah tersebut, Yudi semula tinggal bersama anak dan istrinya. Baru pada awal tahun kemarin, mertua Yudi tiba dan tinggal di rumah itu.

“Kalau tinggal di sini, beliau memang jarang bergaul. Kalau ketemu saya cuma bilang selamat pagi atau malam saja,” tambah Abdul.

Dari pantauan Surya Online sendiri, rumah Yudi juga sangat luas, juga mewah. Ada dua mobil yang berada di garasi rumah berlantai dua itu.

Menurut seorang pembantu rumah, Yudi dan keluarganya kini sedang berada di Kalimantan Selatan dan rumah itu hanya ditinggali oleh mertua Yudi saja.

Sedang perusahaan Yudi di kawasan Margomulyo juga sepi. “Saya gak tahu pulangnya kapan mas,” kata pembantu itu.

Sementara itu, Kasubdit Fismondev Polda Jatim AKBP Indarto mengatakan Yudi kemungkinan besar tak akan dipanggil kembali. “Jika kami membutuhkan tersangka untuk pemeriksaan, tim penyidik yang akan ke sana (Kalsel). Sebab
dia sudah ditahan di sana,” kata Indarto.

Indarto mengatakan Yudi merupakan otak utama pembobolan Bank Jatim senilai Rp 50,4 milyar. Seluruh uang hasil pembobolan ini dibawa masuk ke dalam rekening Yudi seorang. Akibat perbuatan ini Yudi dijerat dengan pasal 49 ayat 1 UU 10 tahun 1998 tentang perbankan dan pasal 49 ayat 2 B dengan
ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara.
Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Rudy Hartono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas