Minggu, 2 Agustus 2015

Gagak Rimang Sabet Piala Presiden Karapan Tanpa Kekerasan

Minggu, 21 Oktober 2012 19:19

Hal tersebut dibuktikan dengan masih antusiasnya masyarakat Madura maupun dari luar Madura menyaksikan karapan sapi tanpa kekerasan yang digelar Stadion RPH Moh Noer Bangkalan, Minggu (21/10/2012).

Ada pemandangan berbeda dari perhelatan karapan sapi memperebutkan Piala Presiden tanpa kekerasan yang pertama kali diadakan. Gerak-gerak pasangan sapi kerap tidak segarang sapi-sapi yang tubuhnya dipenuhi luka gores atau olesan balsam di kedua mata sapi, seperti karapan-karapan sebelumnya.

Hasilnya, sapi menjadi tenang dan tidak terlalu sulit dikendalikan saat dituntun menuju garis start. Begitu juga saat pasangan sapi kerap mengambil posisi siap diberangkatkan. Sehingga perhelatan Karapan Sapi Piala Presiden tidak membutuhkan waktu yang lama.

Pemilik sapi kerap Gagak Rimang yang berhasil keluar sebaagai juara pertama atas, H Tohir mengungkapkan, persiapan yang dilakukan untuk mengikuti karapan sapi tanpa kekerasan lebih khusus ketimbang mengikuti karapan sapi dengan menggunakn kekerasan.

”Kekuatan berlari sapi menjadi prioritas utama dalam mengikuti karapan sapai tanpa menggunakan kekerasan,” ungkapnya kepada Harian Surya usai menerima Piala Presiden 2012.

Pengusaha sukses asal Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah itu mengemukakan, dalam karapan sapi tanpa kekerasan, gerakan sapi yang ditimbulkan saat berlari di landasan pacu merupakan kekuatan murni yang muncul dari sapi itu sendiri.

”Itu alami. Tidak dipaksa oleh sabetan tongkat dipenuhi paku atau olesan balsem yang mengakibatkan bagian anggota tubuh sapi terluka. Sehingga menyebabkan sapi terkadang tidak terkendali saat digiring menuju atau ketika mengambil posisi siap lari,” jelasnya.

Halaman123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas