• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Surya

Harga Konsentrat Meroket, Peternak Ayam Untung Tipis

Sabtu, 20 Oktober 2012 15:44 WIB
Harga Konsentrat Meroket, Peternak Ayam Untung Tipis
surya/david yohanes
Peternak ayam Desa Sambidoplang, Kecamatan Sumbergempol, Pasuruan, memberi pakan hewan ternaknya.
SURYA Online, TULUNGAGUNG - Sebulan terakhir harga konsentrat pakan ayam mengalami kenaikan harga hingga nyaris Rp 50 ribu per saknya. Akibatnya para peternak ayam petelur pun harus menerima kenyataan keuntungan usaha yang semakin menipis.

Seorang peternak ayam petelur di Desa Sambidoplang, Kecamatan Sumbergempol, Jupriyanto (56) mengatakan harga rata-rata konsentrat selama ini bekisar antara Rp 250 ribu per sak yang berisi 50 kg. Namun sebulan belakangan harganya tembus Rp 308 ribu per sak.

Akibat tingginya biaya produksi, Jupri mengaku cepat mengafkir
ayam-ayamnya jika hasil telur kurang dari 70 persen per hari. Sebab jika produksi terus menurun, maka tidak akan menutup biaya produksi.

Itulah sebabnya separuh kandung milipknya yang berkapasitas 6 ribu ekor sengaja dikosongkan. “Konsentrat ayam itu kan produksi swasta, jadi pemerintah saya pikir juga tidak bisa campur tangan. Makanya peternak hanya bisa berdoa, semoga
harganya bisa turun,” doa Jupri.

Berbeda sedikit dengan kondisi peternak ayam pedaging. Kendati sama-sama mengeluhkan harga konsentrat, namun masih bisa menyiasati harga.

“Kalau ayam pedaging kalau pun nutrisinya kurang masih bisa hidup meski pertumbuhannya lambat. Tapi kalau ayam petelur, sekali nutrisinya kurang akan menurunkan produksi telurnya,” terang Kartolo, peternak Trenggalek.

Untuk mesiasati biaya pakan, Kartolo meracik konsentrat sendiri. Kendati nutrisi kurang bagus dibandingkan konsentrat produksi pabrik, tapi bisa digunakan untuk membesarkan ayam pedaging.

Penulis: David Yohanes
Editor: Rudy Hartono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
309992 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas