Jadi Delegasi di Sidang PBB
HNMUN 2013 merupakan sesi ke-59 dari simulasi sidang PBB yang diorganisir oleh mahasiswa S1 Universitas Harvard di Boston, Amerika Serikat.
Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Heru Pramono
Resolusi dan keputusan yang diambil di PBB tentu melalui proses perundingan yang pelik. Banyak delegasi dari berbagai negara di sana. Bagaimana sebenarnya perundingan itu dilakukan, mahasiswa Indonesia dapat mengenalnya melalui program HNMUN.
HNMUN 2013 merupakan sesi ke-59 dari simulasi sidang PBB yang diorganisir oleh mahasiswa S1 Universitas Harvard di Boston, Amerika Serikat. Selain belajar teknik mempertahankan pendapat dalam suatu sidang ala diplomat, peserta juga akan belajar menuliskan posisi diplomatis dalam menanggapi suatu permasalahan atau Position Paper.
Unair akan mengikuti HNMUN ini bersama 16 universitas lainnya di Indonesia. Pada HNMUN 2013, dari Unair telah terpilih 11 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Budaya.
Hingga kini, HNMUN merupakan konferensi tertua, terbesar, dan paling bergengsi diantara konferensi-konferensi sejenis. Konferensi ini dirancang sesuai kinerja konferensi PBB.
”Delegasi yang dikirim akan tampil sebagai perwakilan dari setiap negara anggota PBB. Mereka berdiplomasi dan ditantang menyelesaikan ragam masalah dan isu global di dunia,” jelas Amak Muhammad Yaqoub SE MSi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Sabtu (13/10/2012).
Konferensi ini mengadakan committee session atau sesi konferensi selama enam kali dengan metode sidang yang dirancang seperti sidang PBB. ”Mahasiswa Unair tahun lalu mewakili negara Islandia yang menjadi anggota di sembilan komite,” kata Amak yang bertindak sebagai Faculty Adviser dan mendamping mahasiswa Unair ke AS.
Sembilan komite itu antara lain Special Politic and Decolonization; Disarmament and International Security; Historical General Assembly 1956; Legal; Special Summit on Non-Discrimination; World Health Organization; Social, Cultural, and Humanitarian;
United Nations Children’s Fund; dan World Intellectual Property Organization.
“Ini kegiatan sangat positif. Mahasiswa jadi terlatih merumuskan, berdiskusi, dan merekomendasikan solusi bagi masalah nyata di level internasional,” papar Amak.
Untuk itu, Unair menggelar International Youth Model United Nation Class di Ruang Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) Unair pada 13-14 Oktober 2012. Program ini berupa seminar, workshop, dan simulasi sidang PBB di tingkat Unair dan baru diadakan di Jatim untuk pertama kalinya.
”Berkat HNMUN, saya lebih paham bahwa penanganan penyakit tidak selalu dengan obat. Itu justru akan memberatkan masyarakat menengah ke bawah,” ujar Yufi Aulia Azmi, 23, peserta HNMUN 2012 yang juga mahasiswa FK Unair. Dan Pencegahan adalah langkah yang paling tepat.