A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Lahan Harjokuncaran Disarankan Dikerjasamakan - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Surya

Lahan Harjokuncaran Disarankan Dikerjasamakan

Rabu, 17 Oktober 2012 17:39 WIB
SURYA Online, MALANG - Hasil pertemuan yang membahas kasus lahan sengketa Harjokuncaran yang berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang membuahkan skema sementara yaitu adanya pola kerjasama antara TNI AD dengan warga sekitarnya.

Namun skema itu belum final sebagai keputusan. Sebab Komnas HAM masih akan mengadakan pertemuan lagi di Jakarta memanggil Panglima TNI AD, Menteri Keuangan, Menteri Pertahanan, DPR RI dan BPN pusat dan mengundang Bupati Malang dan perwakilan warga. Para petinggi di Jakarta itu sebagai pengambil keputusan.

“Skema sementaranya masih itu, yaitu ada pola kerjasama, belum membahas soal redis. Sebab lahan yang diminta untuk diredis itu  menurut TNI merupakan aset negara. Tapi memang sudah ada bagian lahan lainnya  telah diredis sebanyak empat kali,” jelas M Ridha Saleh, Sub Komisi Mediasi Komnas HAM usai pertemuan di gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (17/10/2012). Tapi ia tidak menampik dalam pertemuan tadi, masing-masing pihak, yaitu TNI AD dan masyarakat yang mengajukan redis sama-sama mempertahankan pendapatnya.

“Tapi meski begitu, sudah sepakat untuk tidak ada konflik dan saling menjalin komunikasi,” tutur Ridha.

Menurut Ridha, luas lahan sengketa sebanyak 1.640 hektare yang kini dalam pengelolaan TNI AD tapi dikerjasamakan dengan pihak lain. Sementara lahan yang sudah diredis sebanyak empat kali sudah mencapai 780-an hektare. “Terakhir kali bahkan ada 170 hektare yang dibagikan,” katanya. Hadi Suyatno, Ketua Serikat Tani Malang Selatan bersikukuh ingin tetap mendapatkan lahan dengan cara redis. “Terlalu banyak pengorbanannya. Rugi kalau dengan pola kerjasama. Bahkan sudah ada enam orang yang meninggal,” tandas Hadi  usai pertemuan. Hal yang sama juga diamini oleh Boimin, Ketua Panitia Redis.

Bahkan usai pertemuan, Hadi dan Boimin nampak menyerahkan beberapa bundelan cetakan kepada M Ridha Saleh sebelum meninggalkan gedung dewan. “Bundelan itu berisi data pemohon tanah redis sebanyak 1.662 orang untuk Komnas HAM,” tandas Boimin. Menurut Bupati Malang, Rendra Kresna, dalam pertemuan tertutup itu, semua pihak saling memberikan dasar hukum dan dalilnya.

“Saya juga tidak bisa menentukan karena masalah tanah menjadi kebijakan pusat. Begitu juga dengan dewan di daerah,” tutur Rendra

Terkait pola kerjasama antara TNI dengan memberdayakan masyarakat juga bisa dilaksanakan seperti di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung dengan warga miskin di Desa Gampingan, Pagak dan di Purboyo.

“Kalau ada lahan di sekitar masyarakat, tapi dikerjakan oleh orang luar, pasti menimbulkan rasa iri,” kata Rendra.

Sedang Hari Sasongko, Ketua DPRD Kabupaten Malang berharap usai pertemuan yang difasilitasi oleh Komnas HAM memberikan win-win solution bagi semua pihak. Menurut Ridha, dalam pertemuan tadi juga sempat disinggung soal berbagai sengketa lahan di Kabupaten Malang, tapi pihaknya ingin fokus dulu ke Harjokuncaran agar ada penyelesaian.
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Rudy Hartono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
306441 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas