Rudal Yakhont Tenggelamkan Eks KRI Teluk Berau

Sebuah peluru kendali (Rudal) Yakhont yang diluncurkan dari KRI Oswald Siahaan (OWA)-354, tepat mengenai sasaran

Rudal Yakhont  Tenggelamkan Eks KRI Teluk Berau
foto:Surya/Wiwit Purwanto
Sebuah peluru kendali (Rudal) Yakhont yang diluncurkan dari KRI Oswald Siahaan (OWA)-354, Sabtu (13/10/2012)
SURYA Online, SURABAYA - Sebuah peluru kendali (Rudal) Yakhont yang diluncurkan dari KRI Oswald Siahaan (OWA)-354, tepat mengenai sasaran dan menenggelamkan kapal Ex KRI Teluk Berau, Sabtu (13/10/2012).

KRI OWA, merupakan salah satu Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkor Koarmatim) yang tergabung dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012.


Pada manuver lapangan Armada Jaya XXXI/2012 yang digelar di perairan Laut Sulawesi tersebut, KRI OWA-354 tepat pukul 09.58 WITA  meluncurkan Rudal Yakhont dan berhasil mengenai target sasaran yang ditempatkan pada koordinat 0241.54 U – 12240.30 T (perairan Laut Sulawesi).

Kadispen Armatim, Letkol Laut (KH) Yayan Sugiana menjelaskan, begitu mendapat serangan Rudal Yakhont, sasaran mengalami kemiringan hingga 45 derajat.

"Tidak menunggu lama, pada pukul 10.06 WITA, anjungan kapal yang menjadi sasaran tembak mulai tenggelam. Selanjutnya pada pukul 10.07 WITA, sasaran tembak tersebut dinyatakan tenggelam secara keseluruhan," paparnya.

Menurutnyan Rudal Yakhont yang saat ini diuji cobapenembakan dalam Latihan Armada Jaya XXXI merupakan salah satu senjata strategis yang dimiliki TNI AL. Negara asal rudal ini adalah Rusia. Rudal ini memiliki kecepatan terbang kurang lebih 2 mach, dengan jangakauan tembak 300 km.

"Saat ditembakan, rudal tersebut memiliki sudut luncur 90 derajat, dengan ketinggian terbang 14.000 meter," terangnya.
Rudal ini memiliki berat 3.000 kg dan panjang 8.900 mm dengan diameter 720 mm.

Pada tahap manuver lapangan Armada Jaya XXXI/2012 yang dimulai tanggal 9 hingga 22 Oktober, kekuatan yang dikerahkan secara kuantitas kurang lebih 5.500 personel, 35 kapal perang berbagai jenis (kapal selam, perusak kawal rudal, kapal cepat rudal, perusak kawal, angkut tank, buru ranjau, kapal tanker dan kapal bantu tunda), 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Latihan Armada Jaya merupakan salah satu aktualisasi tentang kesiapan TNI AL dalam melaksanakan operasi amfibi, operasi laut gabungan dan operasi pendaratan administrasi di perairan timur yurisdiksi nasional.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Heru Pramono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved