• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Surya

Jilbab Khas Gresik Laris di Musim Haji

Jumat, 12 Oktober 2012 00:01 WIB

Jilbab Khas Gresik Laris di Musim Haji
ist
KHAS - Jilbab produksi perajin warga Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar, yang juga mitra binaan PT SG, kini menjadi buruan warga selama musim haji.
SURYA Online, GRESIK - Musim ibadah haji ternyata membawa berkah tersendiri bagi perajin kerudung di Kabupaten Gresik. Selama musim haji, order mereka melonjak hingga 40 persen. Peningkatan pesanan jilbab khas kota santri tersebut, karena akan dijadikan oleh-oleh jamaah sepulang dari tanah suci.

Salah satu sentra industri jilbab di Kabupaten Gresik, terdapat di Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar. Mereka sudah sibuk menerima pesanan, sejak memasuki musim haji. Diperkirakan, panen pesanan akan terus berlangsung hingga hari raya Idul Adha disambung saat para jamaah kembali dari tanah suci.

Syaiful Fu’ad (33) seorang perajin jilbab mengatakan, pada musim haji tahun 2012 jilbab model Rabani dan jilbab model Bilqis, yang menjadi primadona dan paling diminati. Model jilbab ini, banyak dipesan kaerna akan dibagikan untuk sanak keluarga mereka setelah kembali dari tanah suci.

Untuk mendapatkan jilbab cantik khas Gresik tersebut, para perajin menjualnya mulai Rp 300.000/kodi hingga Rp 900.000/kodi. “Sudah sebulan lalu mereka memesan jilbab, akan diambil keluarganya sebelum datang dari tanah suci karena akan dibagikan saat para tamu datang," ujarnya.

Syaiful mengaku, pada hari biasa biasanya mereka hanya melayani pesanan 20 kodi. Namun selama musim haji, order langsung meningkat hingga 35-40 kodi per hari. “Untuk melayani semua orderan, kami harus menambah jumlah tenaga kerja, bahkan karena saking banyaknya mereka rela bekerja hingga larut malam,” ucap pemenang III dan peraih Piagam Penghargaan Kategori “Pertumbuhan perdagangan dalam dan luar negeri “Semen Gresik UKM Award 2011 yang diumumkan pada 25 Januari 2012 lalu di Surabaya.

Momen ibadah haji, lanjutnya, menjadi kesempatan emas dan sangat dinantikan kurang lebih 30 perajin jilbab binaan PKBL Semen Gresik didesanya untuk meraup rejeki yang berlangsung hanya sekali dalam satu tahun.

Pesanan jilbab Desa Banyuwangi ini, tidak hanya datang dari pelanggan di Pulau Jawa. Tetapi, permintaan juga datang dari DKI Jakarta, Sulawesi, Sumatera hingga Kalimantan. “Bahkan dari Malaysia dan Brunai Darussalam, juga memesan dari kami. Yang dari luar negeri, kalau pesan cukup telepon atau email,” kata Syaiful, santri alumni Pondok Pesantren tambakberas Jombang tersebut.
Penulis: Adi Agus Santoso
Editor: Adi Agus Santoso
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
Facebook Connect
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas