• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Surya

PT Taspen Genjot Percepatan Aplikasi SIM Gaji

Rabu, 3 Oktober 2012 17:36 WIB

PT Taspen Genjot Percepatan Aplikasi SIM Gaji
Pemda Bangkalan menerima perwakilan empat pemda di Kalteng untuk memaparkan Aplikasi SIM Gaji di Aula Dipenogoro
SURYA Online, BANGKALAN - PT Taspen Kantor Cabang (KC) Palangkaraya membawa empat perwakilanpemerintah daerah (pemda) yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) ke Pemda Bangkalan untuk belajar menerapkan aplikasi Sistem Informasi (SIM) Gaji.

Empat pemda di Kalteng tersebut adalah Pemda Seruyuan, Pemda Gunung Mas, Pemda Barito Timur, dan Pemda Waringin. Tiga pemda di antaranya adalah pemda baru hasil pemekaran wilayah, kecuali Pemda Waringin.

"Kita membantu pemda-pemda yang ada di Kalimantan Tengah untuk percepatan aplikasi sistem gaji agar bisa dijadikan sistem pengelolaan keuangan daerah," tutur Kasi Data Peserta dan Pemasaran PT Taspen KC Palangkaraya, FP Sunarto Hutagaol, Rabu (3/10/2012) di Aula Dipenogoro Pemkab Bangkalan.

Selaku ketua rombongan studi banding yang bertajuk Implementasi Aplikasi SIM Gaji PNS Daerah, PT Taspen berharap, empat pemda itu bisa memakai aplikasi SIM Gaji seperti yang telah dilakukan Pemda Bangkalan.

"Di sini (Pemda Bangkalan) sudah menggunakan aplikasi ini hingga mampu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua kali berturut-turut," jelasnya.

Prestasi itulah, lanjutnya, yang direspon PT Taspen Palangkaraya untuk membawa 11 perwakilan dari empat pemda itu ke Kabupaten Bangkalan.

"Pemda-pemda di Palangkaraya masih menggunakan vendor lain yang membutuhkan biaya besar. Sementara Bangkalan adalah satu-satunya pemda yang menggunakan aplikasi SIM Gaji," paparnya.

Ia menambahkan, diharapkan empat pemda itu mampu mengimplementasikan Aplikasi SIM Gaji minimal seperti Kabupaten Bangkalan. "Sehingga bisa memperoleh predikat WTP," tandasnya.

Sementara itu, Kabag Keuangan Setdakab Bangkalan Ahmat Hafid usai studi banding menerangkan, sukses Bangkalan sebagai kabupaten dengan predikat WTP di tahun 2010 dan WTP tanpa catatan di tahun 2011 merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat SKPD.

"Pengelolaan keuangan dan  aset daerah mendapat perhatian langsung dari Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin sebagai pemegang kebijakan termasuk memperkuat pengendalian internal Aplikasim SIM Gaji sesuai petunjuk bupati," paparnya.

Hasilnya, lanjut pria kelahiran Kabupaten Sumenep itu, kemandirian membuat laporan neraca keuangan sudah bisa dilakukan mulai dari tingkat kecamatan.

"PNS di tingkat kecamatan sudah bisa mandiri membuat laporan neraca keuangan dengan baik dan benar," pungkasnya.

Sebelumnya, tercatat sebanyak 11 kabupaten dan kota yang berkunjung ke Pemkab Bangkalan guna mengetahui 'resep' pengelolaan keuangan dan aset daerah. Terakhir, Kabupaten Pacitan, Tulungagung, dan Pamekasan

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
Facebook Connect
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas