A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

PNS Dispenduk Akui Palsukan Akta - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Surya

PNS Dispenduk Akui Palsukan Akta

Rabu, 3 Oktober 2012 18:08 WIB
SURYA Online, JOMBANG – Pintu masuk bagi polisi guna menyelidiki kasus pemalsukan akta kelahiran yang melibatkan oknum PNS Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) semakin terbuka.

Ini setelah hasil pemeriksaan oleh Inspektorat Pemkab Jombang menunjukkan PNS bernama Yudhi Bagus Purwita, asal Dusun Penjalinan Desa Dukuhklopo Kecamatan Peterongan Jombang benar-benar terlibat pemalsuan itu.

“Saat kami periksa yang bersangkutan memang mengakui telah membuat akta kelahiran palsu,” kata kepala Inspektorat Jombang, I Nyoman Swardana, Rabu (3/10/2012).

Saat ini, menurut Nyoman, pemeriksaan atas pelanggaran disiplin PNS itu menurutnya sudah selesai. “Pemeriksaan sudah selesai. Yang kami periksa banyak, termasuk calo dan staf Dispenduk yang mengetahui pemalsuan itu,” katanya.

Nyoman menuturkan, dalam aksinya Yudhi mengaku tidak bekerja sendiri. “Dia bilang ada temannya, cuma dia menyebunyikan nama teman-temannya itu. Dia malah menyuruh kita mencari sendiri,”  beber Nyoman.

Nyoman mengaku pihaknya hanya fokus untuk memeriksa terkait disiplin PNS-nya. “Kalau pidananya itu urusan polisi,” kilahnya. Sejak kasus itu terungkap pertengahan Agustus lalu, Bupati Suyanto menegaskan akan dibawa ke ranah hukum.

Kasus Akta kelahiran palsu itu sendiri terungkap setelah warga yang mengurus akta kelahiran anaknya melalui calo Badiyo Witono dan Romli mempertanyakan keabsahan akta yang diterima.

Badiyo mengaku mengurus akta itu dengan menitip ke Yudhi Bagus Purwita. Setelah diteliti ternyata akta kelahiran itu palsu. Untuk mendapatkan akta itu, warga harus mengeluarkan Rp 400.000 hingga Rp 1 juta. Sejak kasus ini mencuat Agustus lalu, Yudhi tidak masuk kantor.

Penulis: Sutono
Editor: Rudy Hartono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas