• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Surya

PNS Dispenduk Akui Palsukan Akta

Rabu, 3 Oktober 2012 18:08 WIB
SURYA Online, JOMBANG – Pintu masuk bagi polisi guna menyelidiki kasus pemalsukan akta kelahiran yang melibatkan oknum PNS Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) semakin terbuka.

Ini setelah hasil pemeriksaan oleh Inspektorat Pemkab Jombang menunjukkan PNS bernama Yudhi Bagus Purwita, asal Dusun Penjalinan Desa Dukuhklopo Kecamatan Peterongan Jombang benar-benar terlibat pemalsuan itu.

“Saat kami periksa yang bersangkutan memang mengakui telah membuat akta kelahiran palsu,” kata kepala Inspektorat Jombang, I Nyoman Swardana, Rabu (3/10/2012).

Saat ini, menurut Nyoman, pemeriksaan atas pelanggaran disiplin PNS itu menurutnya sudah selesai. “Pemeriksaan sudah selesai. Yang kami periksa banyak, termasuk calo dan staf Dispenduk yang mengetahui pemalsuan itu,” katanya.

Nyoman menuturkan, dalam aksinya Yudhi mengaku tidak bekerja sendiri. “Dia bilang ada temannya, cuma dia menyebunyikan nama teman-temannya itu. Dia malah menyuruh kita mencari sendiri,”  beber Nyoman.

Nyoman mengaku pihaknya hanya fokus untuk memeriksa terkait disiplin PNS-nya. “Kalau pidananya itu urusan polisi,” kilahnya. Sejak kasus itu terungkap pertengahan Agustus lalu, Bupati Suyanto menegaskan akan dibawa ke ranah hukum.

Kasus Akta kelahiran palsu itu sendiri terungkap setelah warga yang mengurus akta kelahiran anaknya melalui calo Badiyo Witono dan Romli mempertanyakan keabsahan akta yang diterima.

Badiyo mengaku mengurus akta itu dengan menitip ke Yudhi Bagus Purwita. Setelah diteliti ternyata akta kelahiran itu palsu. Untuk mendapatkan akta itu, warga harus mengeluarkan Rp 400.000 hingga Rp 1 juta. Sejak kasus ini mencuat Agustus lalu, Yudhi tidak masuk kantor.

Penulis: Sutono
Editor: Rudy Hartono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
290441 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas