497 KK Kekurangan Pasokan Air Bersih

Untuk kebutuhan memasak, mencuci, minum dan mandi selama ini, mereka hanya mengandalkan sumur tua

497 KK Kekurangan Pasokan Air Bersih
surya/sudarmawan
Sebanyak 497 Kepala Keluarga (KK) warga asal Desa Pandak dan Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo mengandalkan sumur tua yang ada di lereng Gunung Masjid dan Gunung Prongos untuk mendapatkan pasokan air bersih untuk memasak, mencuci, minum dan mandi, Selasa (02/10/2012).

Untuk kebutuhan memasak, mencuci, minum dan mandi selama ini, mereka hanya mengandalkan sumur tua yang ada di lerang Gunung Masjid dan Gunung Prongos yang berjarak sekitar 2 kilometer dari pemukiman penduduk yang berbatasan dengan Kabupaten Pacitan ini.

Selain itu, mereka mengandalkan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ponorogo yang jumlahnya sangat terbatas dan tak mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Ribuan warga yang kekurangan pasokan air bersih ini terbagi, 216 KK di Desa Karangpatihan dan 281 KK di Desa Pandak. Sekitar 360 KK di antaranya hidup dibawa lereng Gunung Masjid dan Prongos yang dikenal tandus.

Ratusan KK ini kekurangan pasokan air, karena selama musim kemarau semua sumber air dan sumur sudah tak bisa mengeluarkan air lagi. Padahal, di kedua desa ini sangat membutuhkan pasokan air bersih lantaran di Dusun Kates, Desa Pandak dan Dusun Tunggungrejo, Desa Karangpatihan, masih terdapat puluhan anak yang menyandang sebuat idiot.

Salah seorang warga yang mencari air bersih di sumur tua, Wartiningsih (30) warga RT 02, RW 01 Lingkungan Gabro, Dusun Kates, Desa Pandak mengaku kalau sampai saat ini ia bersama ratusan KK lain hanya mengandalkan air pasokan dari PDAM yang dikirim 2 kali seminggu dan sumur tua di lereng gunung.

"Jangankan untuk mandi untuk minum saja kurang, karena sumber air di pegunungan mengecil dan banyak yang mati. Selang-selang yang mengalir ke rumah-rumah itu hanya mengalir jika turun hujan," terangnya kepada Surya, Selasa (02/10/2012).

Hal senada disampaikan Slamet (60) warga RT 03, RW 02 Dusun Kates mengaku sejak awal September warga sudah kekurangan air bersih.
"Ada air dari sumur di dasar sungai, jika diambil 3 KK air sudah telat. Itu hanya cukup untuk minum. Kebutuhan air lainnya, mandi dan cuci serta minum hewan menggantungkan kiriman PDAM seminggu sekali dan batasan setiap rumah satu ember," paparnya.

Kepala Desa Pandak, Nyaimun (40) mengakui jika wilayahnya sejak awal September sudah mengalami kelangkaan air bersih. untuk mencukupi kebutuhan air tersebut, pihaknya meminta PDAM Ponorogo mengirimkan air ke desanya, khususnya ke wilayah 7 RT yang ada wilayah barat desa. Jika tidak ada kiriman air PDAM warga tidak bisa mengkonsumsi air bersih karena semua sumber mati.

Selain itu, di desanya yang mendapatkan 8 tandon air bersih dari Propinsi Jatim, tetapi saat musim kemarau tahun ini hanya 4 tandon yang bisa diisi ir dari sumber Pegunungan Masjid. Sedang 4 tangki lainnya kosong karena sumber tak mencukupi. Padahal, 4 tandon jika diisi tidak mencukupi kebutuhan air bersih warga di 7 RT.

"Mereka yang krisis air bersih, di RT 1 sampai RT 04, RW 01 dan RT 01 sampai RT 03, RW 02 yang per RTnya berisi 35 KK sampai 54 KK," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Sudarmawan
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help