Ketika Mereka Belajar Peduli

Mahasiswa ikut orangtua asuh mereka turun ke ladang, menanam hingga memerah susu. Ada yang senang, tegang, dan risih.

Ketika Mereka Belajar Peduli
Sandi Iswahyudi
Oleh : Sandi Iswahyudi
Mahasiswa Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang / UMM
sandi_iswahyudi@yahoo.com 


Selama tiga hari (20-23/9), di Desa Pujon Kidul Kabupaten Malang, Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Ilmiah (UKM-FDI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kemah ilmiah (KEMI) bagi anggota baru. Mengusung tema Jika FDI Menjadi Build Sense Of Society with Scince, KEMI ini lebih menekankan kepedulian sosial dengan keilmuan. 

Hari pertama, KEMI dihadiri kepala desa dan RT dari Desa Pujon Kidul dilanjutkan dengan penyerahan peserta kepada 12 warga desa sebagai orangtua asuh dari 12 kelompok peserta KEMI. Esok harinya barulah tantangan yang sebenarnya dimulai. Peserta turun ke lapangan membantu para orangtua asuh bekerja.

Ada yang turun ke ladang, membantu memeras susu, bersih-bersih rumah. Terlihat dan terbaca di raut wajah para peserta, ada yang menikmati, ada yang risih, ada yang senang. Peserta merasakan kesederhaan, keikhlasan, kesungguhan dan kedamaian dalam hati orangtua asuh mereka. Walau mereka kekurangan, makan dan hidup seadanya, bahkan berada di garis kemiskinan tapi mereka tetap mensyukuri rizki itu. Subhanallah! Sungguh besar anugerah dan keagunganmu yaa Rabb. 

Tepat pukul 14.00 WIB ketika para peserta berkumpul di basecamp, mereka langsung berbagi pengalaman selama satu hari hidup di rumah warga. Selanjutnya mereka didampingi paniti untuk menemukan solusi atas masalah yang mereka hadapi dalam pembuatan program kreativitas mahasiswa (PKM). Berbagai hasil dan ragam pemikiran cemerlang lahir dalam momen ini.

Esok hari, peserta lewatkan dengan outbound di desa wisata alam Pujon Kidul. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup oleh Dewan Pembina Organisasi (DPO) serta pengumuman presentasi PKM terbaik 1, 2 dan 3. Banyak di antara kami baru sadar dan bersyukur ketika melihat kehidupan sederhana bahkan sangat sederhana. Tidak ada yang sia-sia, karena semuanya memiliki hikmah yang besar bagi mereka yang mau berpikir.


Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved