Selasa, 25 November 2014
Surya

55 Pegawai Bank Kuliah Kenali Tanda Tangan Palsu

Minggu, 23 September 2012 15:28 WIB

55 Pegawai Bank Kuliah Kenali Tanda Tangan Palsu
foto:Surya/Faiq Nuraini
Selama 12 hari, 55 karyawan Bank Maspion mendapat kuliah perbankan di kampus STIE Perbanas
SURYA Online, SURABAYA - Sebanyak  55 pegawai Bank Maspion Surabaya dan cabang Palembang, belajar khusus mendeteksi tanda tangan palsu dalam urusan dokumen perbankan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas. Selain mempelajari graphology analisis tentang tulisan tangan, mereka juga mendapat ilmu perbankan dasar.

Selama 12 hari, para pelaku perbankan tersebut mendapat kuliah perbankan di kampus STIE Perbanas. Di kampus yang berlokasi di Semolowaru itu, mereka layaknya mahasiswa yang harus mendapat ilmu perbankan di kelas.

"Kami sengaja memasukkan materi dasar-dasar ilmu Graphology untuk  memitigasi risiko (fraud) karena pemalsuan dokumen perbankan. Sebelumnya juga materi Perbankan dasar. Untuk memperkaya pegawai,” ujar Anggraeni, Direktur  Center of Apply Banking Management (CABM) STIE Perbanas Surabaya, Minggu (23/9/2012).

Selama 12 hari, para pegawai bank Maspion Surabaya dan Palembang itu tampak sangat menikmati materi kuliah khusus tersebut. "Dengan bahasa yang mudah, kami makin paham masalah perbankan," kata salah satu pegawai baru Bank Maspion Cabang Palembang.

Bersama Bank Maspion Surabaya, pegawai Bank Maspion Palembang tak ingin kecolongan menyangkut identitas dan tanda tangan palsu. Untuk itu, 55 pegawai bank tersebut dikenalkan Graphology. Atau handwriting analysis atau Graphology.

Ilmu Graphology secara khusus mempelajari arti dari tulisan tangan. Biasanya dimasukkan sebagai bagian dari ilmu Psikology.

"Yang mendesak mengetahui Grapholgy adalah pegawai baru. Ada sebanyak 15 pegawai Bank Maspion Palembang kami  beri materi khusus mengetahui tanda tangan palsu ini," tambah Anggraeni.

Selain mereka juga ada sekitar 40 orang dari Bank Maspion Kantor Pusat Surabaya. “Dengan pengetahuan ini pegawai lebih waspada tentang hal-hal yang mencurigakan, khususnya tentang tanda tangan, pemalsuan dokumen dan lain-lain,” tandas Anggraeni kembali.

Graphology diajarkan oleh para pakarnya, Laila Saleh, Psikolog. Selain itu ada pula Kepala Unit Layanan Psikologi STIE Perbanas Surabaya dan dua orang dari Polda Jatim yang jago Graphology.
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Heru Pramono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas