SMAN 3 Jember Digerudug Murid Sekolah Lain
Muird-murid SMAN 3 Jember yang sudah waktunya pulang pukul 13.30 WIB akhirnya harus tertahan di sekolah
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Satwika Rumeksa
Peristiwa yang terjadi saat murid-murid SMAN 3 Jember hendak pulang sekolah itu langsung membuat para siswa kaget. Mereka terpaksa tertahan di dalam sekolah karena pintu keluar, baik pintu di dalam maupun pintu gerbang sekolah dikunci. Hal ini untuk mengantisipasi agar para murid SMAN 3 Jember tidak menjadi sasaran amuk dari siswa yang disebut-sebut berasal dari SMK Negeri 2 Jember itu.
Dari informasi yang dihimpun Surya, siswa SMKN 2 Jember sudah
berkumpul di jalan menuju SMAN 3 Jember sejak pukul 13.00 WIB. Kala itu, murid SMAN 3 Jember belum pulang. Mereka baru keluar kelas untuk pulang pukul 13.30 WIB.
Kerumunan siswa SMKN 2 Jember ada di dua lokasi yakni di dekat depo sampah di jalan masuk sisi timur dan di gang dekat SMPN 8 Jember yang berada di sisi barat SMAN 3 Jember. Tak pelak kerumunan itu membuat curiga. Beruntung lagi, pihak SMAN 3 Jember mendapat telepon kalau akan digerudug oleh murid-murid SMKN 2 Jember.
Mendengar kabar tersebut, pihak sekolah langsung menghubungi pihak kepolisian. Muird-murid SMAN 3 Jember yang sudah waktunya pulang pukul 13.30 WIB akhirnya harus tertahan di sekolah. Polisi yang langsung menuju SMAN 3 Jember segera membuyarkan kerumunan murid yang nyanggong di dekat SMAN 3 Jember.
Menurut sejumlah siswa yang tidak mau disebut namanya, murid SMKN 2 mendatangi SMAN 3 karena persoalan rebutan cewek. Namun penyebab datangnya murid sekolah yang berada di Kelurahan Tegalgede Kecamatan Sumbersari ke Tegalbesar itu masih simpang siur.
Yang pasti polisi berhasil menghalau kerumunan murid SMKN 2 Jember sehingga mereka buyar. Polisi bahkan mengamankan tiga orang yang disebut-sebut sebagai provokator.
"Memang dari murid STM (SMKN 2 Jember,red), ada tiga orang yang kami amankan. Untuk proses selanjutnya silahkan konfirmasi Pak Kapolsek," ujar Kanitreskrim Polsek Kaliwates Aiptu Iwan Sugiyanto yang dihubungi Surya.
Peristiwa datangnya ratusan murid dari sekolah lain itu membuat
sejumlah murid ketakutan. Mereka memilih minta jemput orang tua
mereka, terutama para murid perempuan.