Rabu, 19 September 2012 20:40 WIB | Dibaca: 479 | Editor: Satwika Rumeksa | Reporter : Sri Wahyunik
SURYA Online, JEMBER-Tiga orang murid SMKN 2 Jember yang dibawa ke Polsek Kaliwates karena diduga menjadi provokator pengepungan SMAN 3 Jember akhirnya dilepas. Ketiga pelajar laki-laki itu hanya diberi pembinaan dan disuruh membuat pernyataan kalau tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Orang tua juga kami panggil untuk diberi pengertian juga. Setelah diberi pembinaan, mereka kami kembalikan kepada sekolah dan orang tua," kata Kapolsek Kaliwates Kompol Yusuf.
Ketiga pelajar itu Islakhudin Ariantoko (17), Fanarianto (17), dan Rahmad mauludi (16). Ketiganya dinilai yang memanaskan suasana sehingga mengajak teman-temannya untuk mendatangi SMAN 3 Jember.
Mereka bergerombol di jalan masuk ke sekolah, juga pintu gerbang sehingga membuat siswa SMAN 3 Jember tertahan di dalam sekolah. Pihak guru SMAN 3 Jember melarang siswa pulang karena khawatir terjadi tawuran di luar sekolah. Pasalnya, gerombolan murid SMKN 2 itu memanggil-manggil nama siswa yang berinisial AD.
AD ini disebut-sebut memukul IB, siswa SMKN 2 Jember karena rebutan pacar. Tidak ditrima temannya dipukul, sekitar 100 siswa malah mendatangi SMKN 3 Jember. "Yang punya masalah malah gak ikut-ikut, temannya malah yang bikin ramai," lanjut Yusuf.
Beruntung tidak sampai terjadi tawuran. Murid-murid SMKN 2 Jember juga tidak merusak fasilitas SMAN 3 Jember karena berhasil dibubarkan polisi. Polisi juga membawa tiga murid SMKN 2 Jember yang dinilai sebagai provokator.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »