Mengintip Liponsos Keputih Surabaya

48 Relawan di Liponsos itu secara bergantian harus menangani 1050 penghuni dengan beragam masalah dan karakter. Sungguh luar biasa.

Saya baru paham mengenai Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) lewat penjelasan Kepala Dinas Sosial Surabaya, Supomo. Liponsos menampung, membina dan memberdayakan warga kurang beruntung, seperti gelandangan dan pengemis (gepeng), yang berpenyakit jiwa, PSK, jompo dan sebagainya. Liponsos di Jl Keputih Tegal 32 Surabaya ini dihuni 1050 jiwa. 840 Jiwa di antaranya warga berpenyakit jiwa, sekitar 400 jiwa adalah perempuan dan sisanya laki-laki. Dengan penghuni sebanyak itu, hanya ada 48 tenaga relawan dengan jam kerja bergantian.

Bagaimana beratnya perjuangan para relawan ketika menangani penghuni Liponsos, misalnya memandikan orang-orang gila, lebih-lebih bila mereka mogok mandi. Sungguh pekerjaan yang berat. Itu pengalaman yang dituturkan Topan, salah satu relawan di Liponsos. Saya hanya berpikir andai para pejabat hingga wakil rakyat tidak membuang uang rakyat untuk studi banding ke luar negeri, namun menyempatkan diri menengok ke Liponsos atau lembaga sejenis, melihat perjuangan dan pengorbanan relawan di sana, mungkin mereka akan sedikit lebih peka dan terbuka wawasannya. 

Bukankah undang-undang kita menyatakan, mereka menjadi tanggungan negara? Namun tak ada salahnya kita yang dianugerahi kelebihan dan keberuntungan dibandingkan mereka yang di sana, lebih bersyukur dan bersedia berbagi dengan mereka? Semoga.

Zaenal Abidin 
Peneliti Sosial dan Sejarah di Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya 




Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help