Rabu, 19 Juni 2013: 21:39:47

Bandar Djakarta, Kuliner Serba Ikan

Rabu, 19 September 2012 19:57 WIB | Dibaca: 1030 | Editor: Adi Agus Santoso | Reporter : Sri Handi Lestari
ikan.jpg
surya/habibur rahman
SERBA IKAN - Restoran Bandar Djakarta membuka cabang di surabaya, memberi konsep makan dengan hiburan.
SURYA Online, SURABAYA - Pecinta makanan seafood di kota Surabaya, kini ada pilihan baru untuk menikmati kuliner serba ikan. Berbagai jenis ikan, kerang, kepiting, lobster dan gurita, yang disediakan segar, dimasakkan dan kemudian disantap langsung di tempat. Sehingga suasana restauran yang bernama Bandar Djakarta itu, terlihat berkonsep pasar ikan dan restauran sekaligus.

Saat launching restauran yang terletak di kawasan Jl HR Muhammad, Rabu (19/9/2012) itu, pengunjung sudah banyak yang berdatangan. Begitu masuk, para pengunjung langsung disuguhi puluhan aquarium berukuran besar berisi berbagai jenis ikan, kepiting, lobster, udang, dan gurita.

Dibantu para guide, pengunjung diberi informasi tentang tata cara memesan makanan. Pertama memilih ikan yang ingin disantap, dan cara memasak ikan itu sesuai dengan jenisnya. "Apakah disteam, dipanggang, atau digoreng. Akan kami tunjukkan dan jelaskan," kata Taufik Gurning, Head of Fish Market Bandar Djakarta.

Kedua, kemudian dimasakkan, sesuai keinginan. Sementara pengunjung dipersilakan menunggu di area restauran yang sedikit di bawah pasar dan bernuansa kebun. Ketiga, hasil masakan disantap sambil mendengarkan live music yang selalu tampil di setiap saat.

Taufik menambahkan, ada sekitar 33 jenis ikan segar yang disediakan dan setiap bulannya distok 5 ton. Tapi yang paling istimewa dan menjadi favorit, adalah ikan pecah kulit. "Ini ikan yang hanya kami dapat dari daerah Lamongan. Di restauran Bandar Djakarta yang di Jakarta, ikan jenis ini sangat favorit," ungkap Taufik.

Sementara itu, Dirut Bandar Djakarta Grup Sunarja Lesmana mengungkapkan, outlet di Surabaya ini merupakan outlet ketiga. Sebelumnya outlet serupa dibuka di kawasan Ancol dan Alam Sutra Jakarta. "Di Surabaya, kita memberikan konsep beda, yaitu pasar ikan dan nuansanya kebun," jelasnya.

Konsep yang diusung adalah eatainment, kolaborasi makan dan entertainment. "Beberapa kali kami dapat penghargaan dari kementerian Pariwisata sebagai tempat kuliner terfavorit," tambah Business Development Resto Bandar Djakarta,  Sandra.

Beberapa penghargaan itu antara lain Indonesia Tourism Award (ITA) 2010 dari Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan RI. Sedangkan tahun 2011 dapat penghargaan ITA dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk kategori restoran Supporting Industry.

Untuk harga ikan, mengikuti harga per gram-nya. Kemudian ditambah biaya memasak Rp 12.000 per kg. Selanjutnya untuk nasi, lalapan, dan tiga jenis sambal, yang disantap di tempat dihargai Rp 5.500. Tiga jenis ini tidak dibatasi, tapi disediakan sepuasnya, asal dimakan dan dihabiskan di tempat, tidak dibawa pulang.

Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/