Surya/

Tour Leader

Memahami Keinginan Rombongan

Tugas utama adalah melayani kebutuhan rombongan. Komplain pun harus diterima dengan senyum.

Memahami Keinginan Rombongan
habiburrohman
SURYA Online, SURABAYA - Bagi Sherly, staf bagian tour sebuah biro travel yang ada di Ruko Darmo Square, yang sudah lima tahun bekerja di bagian tour ini, mendampingi tamu ke luar negeri juga memberi keuntungan baginya. ”Saya bisa jalan-jalan gratis,” selorohnya.

Berbeda dengan Albert Nico Soesilo (23) tour leader dari Golden Rama yang justru membuka jaringan relasi seluas-luasnya dengan para tamunya. ”Sekaligus belajar bagaimana area yang dituju. Nanti membantu kalau ingin membuat usaha travel sendiri,” ungkapnya.

Dan tentu saja ada tips dari kantor atau tambahan dari para tamu. Tips itu bergantung rute dan asal tamu. Setidaknya dari kantor mereka bisa mengantongi beberapa juta rupiah selama seminggu lebih. Itu belum termasuk dari tamu yang kadang memberi dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Itu sepadan dengan persiapan awal yang dilakukan mereka seperti menyiapkan itinerary perjalanan, pemesanan hotel dan tiket, pengenalan tujuan wisata dari brosur dan kisah para senior, hingga kemampuan bahasa.

Setidaknya bahasa Inggris harus dikuasai sebagai penyambung lidah dunia internasional. Dan jumlah rombongan yang dibawa minimal 15 hingga 30 orang. Bukan hal mudah mengatur dan mengawasi orang begitu banyak.

”Rasa deg-degan pasti ada kalau kali pertama menginjak tempat baru. Tetapi kan sudah dibekali dengan orang yang berpengalaman, jadi agak tenang,” kata Albert.

Terlepas dari itu, bagi Wina Bojonegoro yang juga pemilik Padma Tour, momong dan bercengkerama dengan para tamu adalah keasyikan tersendiri. ”Rewel itu pasti. Akan tetapi, dari sana tantangan justru muncul,” ujar Wina.

Pernah ada yang minta membatalkan makan malam di Bale Raos, Keraton Jogjakarta. Padahal, kemasan dan menu makanan di sana sangat istimewa dan perlu pesan beberapa hari sebelumnya. Komentar masakan yang dipilih tidak enak juga sering diterima Wina.

”Peserta wisata itu kadang-kadang juga kurang memahami lokasi yang akan dikunjungi. Kan ada beberapa lokasi yang tidak memungkinkan saya untuk mengawasi semua,” papar perempuan yang juga menjadi penulis ini.

Dari banyaknya perjalanan yang telah mereka lalui, senantiasa ada suka dan duka di baliknya. Semua komplain dan pengalaman tidak menyenangkan menjadi catatan agar tidak terulang. Semua pujian yang tulus dan pengalaman menyenangkan dicatat juga agar ketika melakukan perjalanan akan melayani lebih baik.

Penulis: Marta Nurfaidah
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help