A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Jerpaya, Tanaman Baru yang Dipercaya Bisa Obati Kanker - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Surya

Jerpaya, Tanaman Baru yang Dipercaya Bisa Obati Kanker

Minggu, 16 September 2012 17:14 WIB
Jerpaya, Tanaman Baru yang Dipercaya Bisa Obati Kanker - jerpaya1.jpg
SURYA/ AGUS PURWOKO
Tanaman jerpaya, di halaman depan rumah H. Parman
Jerpaya, Tanaman Baru yang Dipercaya Bisa Obati Kanker - jerpaya2.jpg
SUERYA/AGUS PURWOKO
Tanaman jerpaya, di halaman depan rumah H. Parman
SURYA Online, PROBOLINGGO - Tidak ada yang menyangka tanaman yang tumbuh di halaman rumah Parman di Jl Priksan, Kelurahan Wiroboran, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo tersebut buah spesies baru. Hebatnya daun tanaman itu dipercaya bisa dijadikan obat kanker.

Tanaman setinggi dua meter itu, menurut pemiliknya bernama Jerpaya. Gabungan dari nama antara jeruk dan pepaya. Bila melihat  pohon dan daunnya,  semua orang akan sepakat menyebutnya sebagai jeruk. Maklum, tanaman yang didapat dari pemberian teman H. Parman ini, batang dan daunnya, memang persis  jeruk pada umumnya.

Namun kalau melihat buahnya, jelas terlihat bukan jeruk. Bentuk buah lebih mirip pepaya. Bedanya dengan umumnya pepaya, buah spesies baru kulit luarnya tidak halus seperti pepaya. Struktur kulitnya berpori-pori, seperti jeruk.

Bila kulit luar dikupas, dagingnya terlihat putih padat kayak pepaya (Kates). Tapi ketika dibelah  dalamnya berisi buah jeruk yang sudah dikupas.

Buah Jerpaya, menurut H. Parman, tidak memiliki biji seperti pepaya pada umumnya. Buah Jerpaya, baru bisa dipanen setelah berumur tujuh bulan. Kulit yang awalnya hijau tua, berubah menjadi kekuningan, saat hendak dipanen. “Kalau sudah masak, warnanya seperti pepaya. Dalamnya, baik bentuk dan rasanya, persis jeruk,” ungkap Parman, Sabtu (15/9/2012) pukul 15. 00 wib.

Parman (52) mendapat tanaman jerpaya dari Robert, salah satu kenalannya yang tinggal di Pasuruan. Robert, datang ke  rumah  Parman, setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu dengannya. Sahabat yang pernah tinggal lama di Malay sia itu, bercerita kalau dirinya punya tanaman yang unik dan berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

Tak lama Robert datang lagi ke rumah  Parman dengan membawa tiga bibit jerpaya setinggi 30 cm. Ketiganya ditanam di pekarangannya, namu hanya satu yang tumbuh dan kini bisa dipanen  depan rumah pensiunan Sat Pol PP ini. Saat ini pohon jerpaya ini berusia tiga tahun. “Buahnya paling banyak lima buah. Ini sudah buah dua kali,” terangnya.

Hanya saja sang pemilik jerpaya itu tidak membelah buah jerpayanya, Mengingat dua biji buah jerpaya yang menggelantung itu masih berumur tiga bulan. Rencananya, pria yang kini memiliki usaha susu sapi segar ini akan memperbanyak tanamun jerpayanya. Namun usahanya masih terkendala, Sebab setelah ia mencoba pembibitan dengan cara menanam bijinya, belum pernah berhasil.

Suparman berkeinginan mengembangkan tanaman jenis baru ini dengan alasan, tanaman tersebut dapat menyembuhkan kangker rahim, seperti yang dialami Hj. Sumarmi, istrinya. Setelah meminum racikan daun jerpaya, Hj. Sumarmi yang menurut dokter yang menanganinya, kankernya, parah dapat sembuh seratus persen. “Ya, dokter Surabaya yang nangani istri saya sampek heran,” pungkas Parman.
Penulis: Agus Purwoko
Editor: Suyanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
267531 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas