A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Karnaval, Ajang Kreasi Warga Tulungrejo - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Surya

Karnaval, Ajang Kreasi Warga Tulungrejo

Kamis, 13 September 2012 20:07 WIB
SURYA Online, BATU - Karnaval bukan hanya sebagai ajang rutinitas memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus saja. Tapi bagi warga Tulungrejo, karnaval adalah ajang kreasi seni serta saling menyapa karena semua warga tumplek-blek di jalan melihat berbagai atraksi.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu panitia 17 Agustus, Suparman saat ditemui di karnaval Desa Tulungrejo, Kamis (13/9/2012). “Kami jadikan kreasi ini sebagai daya seni warga. Anda lihat, warga terlihat guyub dan bersatu mengkreasi seni yang mereka tampilkan,” katanya.

Memang, sejak pagi hari warga sudah mempersiapkan diri untuk tampil di depan ribuan penonton. Ribuan penonton sudah memadati pinggiran jalan raya Desa Tulungrejo. Karnaval yang dimulai pukul 11.00 WIB itu pun memacetkan jalan dari arah canggar ke Kota Batu atau sebaliknya.

Macam-macam kreasi tampilan warga, seperti mengusung wortel sebagai komoditi Desa Tulungrejo diikuti tarian. Ada kelompok yang memeragakan patrol siskamling dengan pesan ‘Semarakkan Lagi Poskamling’.

Ada juga warga yang menampilkan seni bantengan khas Kota Batu. Beberapa anak-anak memerankan tarian ala laskar pelangi dengan rumbai-rumbai tali rafia di tubuhnya dan coretan cat di tubuh dan wajahnya.

Kata Suparman, karnaval ini diikuti sekitar 3.000 warga. Mereka maduk dalam 16 RW. Masing-masing RW menampilkan antara dua sampai enam karya seni. “Dengan acara ini, kami ingin meningkatkan kerukunan antar agama, ibu-ibu petani, pejuang, seniman dan budayawan,” tambahnya.

Antusiasme juga datang dari pengunjung. Salah satu warga RW 5 Desa Tulungrejo bernama Putri Listyawati mengaku tertatik dengan tampilan anak-anak yang mengenakan rumbai tali rafia. Menurutnya, tampilan mereka beda dengan lainnya yang menonjolkan fashion.

“Kalau fashion saya bosan. Lebih tertarik dengan tampilan anak-anak itu. Mungkin mereka terinspirasi dari film laskar pelangi,” ujar pegawai salah satu toko di Kota Malang itu.
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Adi Agus Santoso
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas