Santri Serbu Rumah Warga Bangkalan
Tidak terima atas pemukulan terhadap temannya, sedikitnya 500 santri Pondok Pesantren (ponpes) Darul Hikmah,
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Suyanto
Sejumlah perabotan rumah tangga seperti televisi, guci, kaca, dan dua sepeda motor milik Muzammil dirusak massa santri. Petugas dari Polres, Polsek Burneh, dan dibantu dari Polsek Socah langsung turun ke lokasi menghalau santri dan mengamankan rumah Muzammil.
Berdasarkan keterangan santri Ponpes Darul Hikmah yang menjadi korban pemukulan Muzammil, Abdul Karim (17) dan Nuris (17), kejadian tersebut berawal ketika keduanya pulang dari pasar.
Mereka menuju sebuah konter handphone (HP) yang berdekatan dengan rumah Muzammil untuk memperbaiki memory card. ”Sekitar pukul 9 pagi, bapak Muzammil keluar bersama mobilnya. Kami tidak mempedulikan karena memang tidak ada urusan dengannya,” terang santri Mas’ud didampingi Abdul Karim dan Nuris.
Abdul Karim mengatakan, Muzammil menanyakan maksud keberadaan dirinya bersama Nuris di konter HP itu. ”Setelah saya jawab bahwa kami dari pondok, dia (Muzammil) bilang persetan dengan pondok,” terang Abdul Karim.
Tidak berhenti disitu, lanjut Abdul Karim, Muzammil mengeluarkan sebuah benda yang diduga sebatang besi lancip di bagian ujungnya. ”Lengan saya sampai memar dipukuli,” terang Abdul Karim.
Tidak terima dengan tindakan Muzammil, yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan itu, Abdul Karim dan Nuris pulang untuk melapor kejadian tersebut kepada Mas’ud dan beberapa teman santri lainnya.
Mendengar kabar itu, Mas’ud bersama santri Zainal, Taufik, Usman ditemani Abdul Karim dan Nuris kembali lagi untuk menemui Muzammil. Tiba di rumah Muzammil, Abdul Karim kembali menjadi korban pemukulan hingga memar di lengan tangan kanannya. ”Saya menanyakan kenapa sampai memukul teman saya. Malah dia kembali memukul dibantu salah seorang putranya. Kami berlima kembali dan mengadu sama teman-teman santri lainnya,” terang Mas’ud di hadapan para wartawan.
Kontan saja, sedikitnya 500 santri Ponpes Darul Hikmah mendatangi rumah Muzammil yang kala itu sudah dalam keadaan kosong. ”Gak tahu tidak ada orangnya. Pagar dan pintunya dalam keadaan terkunci. Mungkin kabur,” terang Mas’ud.
Kemarahan para santri hingga merusak semua perabotan dan dua sepeda motor milik Muzammil tidak berlangsung lama. Massa akhirnya terkendali setelah petugas dari Mapolres, Polsek Burneh, serta dibantu jajaran Polsek Socah datang ke lokasi.
Kapolres Bangkalan AKBP Endar Priyantoro usai melakukan bincang-bincang terhadap pengasuh Ponpes Darul Hikmah KH Djauhari mengemukakan, masih melakukan upaya mediasi agar situasi tidak melebar. ”Masalah perbuatan pidana yang dilakukan versi sini (ponpes) dan sana (Muzammil) akan kita tampung. Tugas kita untuk mengklrikan secara hukum dan masih melakukan pemerikasaan saksi dari dua kubu,” terang Endar Priyantoro.
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut Endar Priyantoro menyebutkan terdapat sejumlah perabot seperti televisi, guci, kaca, jendela, dan beberapa yang digunakan. Kita sita untuk pembuktian,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah petugas masih berjaga-jaga di kediaman Muzammil guna mengantisipasi aksi yang tidak diinginkan. Sementara dua sepeda motor milik Muzammil yang dirusak diamankan ke Mapolres Bangkalan. Sedangkan suasana di Ponpes Darul Hikmah, aktivitas para santri tetap seperti biasa.