Senin, 24 November 2014
Surya

Denyut Pasar Kedawung Rungkut

Senin, 3 September 2012 10:22 WIB

Hari masih pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, namun denyut kehidupan di kawasan Kedawung, Rungkut, Surabaya sudah demikian terasa. Kesibukan antara penjual dan pembeli demikian mencair. Bukan seperti pasar pada umumnya. Di Kedawung ini hanya dijajakan pakaian, sandal, dan segala jenis onderdil sepeda dan rumah tangga.

Juru parkir di sana memastikan, pasar yang cukup menyita perhatian pengguna jalan raya itu sudah beroperasi sekitar lima tahun silam. Bermula dari satu dan dua pedagang saja, kini membengkak menjadi puluhan pedagang. Karena lokasinya yang tidak permanen, maklum mereka berjualan di halaman sebuah pabrik, maka menjelang pukul 08.30 WIB pedagang sudah membubarkan diri. Karena, obrakan dari satuan pengaman pabrik setempat bakal beraksi membubarkan pedagang di tepian jalan Raya Rungkut yang memang supersibuk. 

Terlebih, pedagang langsungmenggelar dagangan mereka di sana. Pembeli yang biasanya pengguna jalan, langsung berhenti di tempat dan menawar barang yang mereka taksir. Tak ayal, suasana jalan cukup dibuat macet. Bila hari-hari kerja, dari Senin sampai Sabtu, pedagang berjualan di sana, khusus hari Minggu mereka bergeser ke jalan Soponyono, sebelah Kali Rungkut. Namun harus diakui, sejumlah pembeli mendapatkan barang yang dicari dengan kualitas dan harga sebanding di sana, meski tidak harus menawar.


Syaiul Ana Zaini
Warga Pandugo Surabaya



Editor: Tri Hatma Ningsih

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas