• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Surya

Puluhan Sumur P2AT Mangkrak

Sabtu, 1 September 2012 17:12 WIB
SURYA Online, MADIUN - Puluhan sumur Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) dan ratusan sumur pantek yang tersebar di sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Madiun rusak dan mangkrak.

Hal itu disebabkan tidak adanya pengelolaan dan perawatan yang memadai terhadap  sumur bantuan pemerintah propinsi dan pemerintah pusat itu.

Dampaknya, ketika sejumlah lahan pertanian terutama tanaman padi membutuhkan pasokan air tidak bisa terpenuhi dan terancam kena puso serta gagal panen.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Surya menyebutkan ada sebanyak 198 sumur P2AT dan 5.000 sumur pantek yang tersebar di 15 wilayah kecamatan di Kabupaten Madiun. Namun, sebanyak 38 sumur P2AT tidak berfungsi alias mangkrak karena tidak pernah dirawat. Padahal, untuk 1 sumur P2AT proyek ini membutuhkan minimal Rp 500 - Rp 800 juta. Sedangkan dari 5.000 sumur panterk atau sumur pompa dalam yang dibuat petani dengan dana pribadi sekitar 500 sumur tak berfungsi.  Selain kurang dalamnya sumur juga disebabkan mesin dieselnya rusak.

Penjaga sumur P2AT Desa Sogo, Guridno (40) yang juga petani setempat mengaku tanaman padi petani banyak yang kering dan akhirnya mati karena sumur pantek dan sumur P2AT tak lagi mampu mengeluarkan air. Padahal, tanaman padi petani rata-rata sudah berumur sekitar 35 hari. Menurutnya, untuk mengairi sawah, dia terpaksa harus merogoh kocek dalam-dalam dengan jalan membeli solar menhidupkan sumur pompa.

"Air sumur pompa petani belum menjamin kebutuhan air bisa tercukupi. Karena masih tengah perjalanan masa pemeliharaan padi. Masih perlu air banyak. Kami berharap Pemkab Madiun turun tangan membantu mengatasi kesulitan dihadapi petani dengan memerbaiki sumur P2AT," terangnya kepada Surya, Sabtu (1/9/2012).

Berdasarkan data di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Pemkab Madiun ada lahan seluas 44,09 hektar yang mengalami kekeringan. Berdasarkan data hingga akhir bulan ini, kekeringan terbesar di wilayah Kecamatan Dagangan. Rinciannya di Desa Sukosari 28,09 hektar, Desa Banjarsari Wetan 10 hektar, Desa Prambon 1 hektar dan Desa Banjarsari Kulon 5 hektar. Kondisi ini membuat tanaman padi yang terlanjut ditanam terancam mengalami gagal panen karena puso.
Penulis: Sudarmawan
Editor: Suyanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
255564 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas