Sabtu, 20 Desember 2014
Surya

Kronologi Penangkapan oleh Densus 88

Sabtu, 1 September 2012 09:57 WIB

SURYA Online, SOLO -  Detasemen Khusus 88 Antiteror menembak dua orang yang diduga terlibat dalam kasus penembakan Pos Polisi Mall Singosaren, Serengan, Solo, Jawa Tengah. Penyergapan itu diwarnai kontak senjata hingga menyebabkan dua pelaku dan seorang anggota Densus 88 tewas.

Penembakan oleh pasukan elite tersebut dilakukan pada Jumat (31/8/2012) sekitar pukul 21.00. Saat itu kedua terduga teroris sedang mengendarai motor dari arah timur ke barat di Jalan Veteran 1, Kelurahan Tipes.

Saat tiba di sebelah selatan Lotte Mart, kedua terduga lantas dipepet oleh mobil yang dikendarai oleh rombongan Densus 88. Saat akan ditangkap, kedua terduga teroris itu melakukan perlawanan. Kedua belah pihak akhirnya terlibat baku tembak di depan warung makan Pak Slamet.

"Suara letusan terdengar beruntun. Banyak sekali, mungkin ada belasan kali. Warga sekitar ketakutan," kata seorang warga sekitar yang tak mau menyebutkan namanya, Jumat malam.

Tembakan Densus mengenai pelaku hingga keduanya tersungkur di tepi jalan. Di bekas lokasi terlihat darah berceceran dan pecahan kaca helm. Dua terduga teroris dikabarkan tewas dan satu anggota Densus 88 bernama Bripda Suherman juga tewas tertembak. Satu orang pelaku diketahui bernama Farhan.

Saksi mata bernama Suryadi mengatakan, kondisi korban tewas itu sangat mengerikan. Pelaku mengalami luka parah di bagian kepala. Adapun Suherman tertembak di bagian dada.

Jenazah kedua terduga teroris itu langsung diangkut menggunakan mobil ke arah barat. Proses pengangkutan itu berlangsung sangat cepat. Warga sekitar termasuk para pedagang langsung diminta pergi.

"Semua diminta pergi. Dua orang pedagang yang ada di sekitar lokasi penembakan, yakni Slamet dan istrinya, dibawa polisi. Sepertinya mau dijadikan saksi karena melihat penembakan," kata Suryadi.

Polisi langsung mensterilkan lokasi. Garis polisi dipasang dari pertigaan Lotte Mart ke barat hingga sejauh sekitar 200 meter. Di sekitar lokasi dijaga ketat oleh polisi bersenjata lengkap. Warga yang mencoba mendekat ke lokasi diminta pergi. Di lokasi kejadian, tim laboratorium forensik terlihat mencari selongsong peluru. Bercak darah yang berceceran di jalan juga dibersihkan. Polisi juga menyita senjata api yang digunakan pelaku.
Editor: Suyanto
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas