Mengadopsi Keunikan Pare
Meski hanya sebuah kampung, kampung yang satu ini sungguh berbeda. Di mana saja mudah ditemukan warganya bercas cis cus dalam bahasa Inggris!
Editor:
Tri Hatma Ningsih
Oleh : Muhammad Ali Murtadlo
Mahasiswa Bidikmisi, Fakultas Syariah, IAIN Sunan Ampel Surabaya
Sepuluh hari lamanya, kami dari Aliansi Mahasiswa Bidik Misi (Ambisi) IAIN Sunan Ampel Surabaya mengikuti program holiday di Pare, Kediri, Jawa Timur. Program Holiday itu berupa kursus Bahasa Inggris selama pertengah Juli 2012 silam. Meski hanya sepuluh hari, kami sangat terkesan dengan suasana kampung tempat kami tinggal di Pare, karena bukan kampung sembarang kampung. Ya, Pare terkenal dengan kampung Inggris itu membuat kami kagum dan serasa berada di Eropa. Bukan karena keindahan alamnya, akan tetapi budaya dan cara mereka bicara. Di setiap penjuru tempat, di jalan-jalan, di halaman rumah mereka bercakap-cakap dalam bahasa Inggris.
Maklum, ini kali pertama saya belajar di sana. Masa liburan seperti ini Pare memang menjadi salah satu tujuan utama bagi sebagian siswa maupun mahasiswa menghabiskan liburan. Tak ayal, kampung berubah layaknya sebuah kota. Suasananya, keramaiannya, orang-orangnya, semua penuh semangat untuk belajar bahasa asing. Pare menawarkan berbagai suguhan kursus mulai dari tingkat dasar hingga tingkat lanjutan. Bagi yang ingin mendalami gramatikal dapat mengikuti program grammar, yang ingin mahir bicara di muka umum dapat mengambil program public speaking, dan sebagainya.
Kawan-kawan Ambisi yang beranggotakan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi begitu berambisi untuk menambah pundi-pundi ilmu, khususnya kemahiran dalam berkomunikasi menggunakan bahasa inggris. Kami mengambil kursus di The Daffodils yang terletak di jalan Pancawarna. Karena mempertimbangkan waktu yang hanya sepuluh hari itu, kami mengambil program speaking first.
Salah satu tutor mengatakan, bahasa itu memerlukan kebiasaan. Orang Inggris meski mereka tak belajar bahasa Inggris akan mahir berbahasa Inggris. Orang Madura, meski tak memelajari bahasa Madura mereka akan paham dengan sendirinya. Karena kita tidak terbiasa berbahasa Inggris, mau gak mau kita harus belajar agar mengerti bahasa internasional itu. Untuk itu di kampung Inggris inilah tempat kalian untuk membiasakan bahasa itu.”
Setidaknya ada beberapa alasan mengapa bahasa Inggris itu penting dipelajari. Miss Indah, salah satu tutor menjelaskan, seseorang belajar bahasa Inggris karena beberapa alasan. Di antaranya, karena tekhnologi modern, wibawa tinggi, aplikasi pekerjaan, dan karena beasiswa. Semuanya menggunakan dan membutuhkan bahasa Inggris. Mungkin karena itulah mengapa orang berbondong-bondong mendalami bahasa Inggris, khususnya di kampung Inggris, Pare.
Mahasiswa Bidikmisi, Fakultas Syariah, IAIN Sunan Ampel Surabaya
Sepuluh hari lamanya, kami dari Aliansi Mahasiswa Bidik Misi (Ambisi) IAIN Sunan Ampel Surabaya mengikuti program holiday di Pare, Kediri, Jawa Timur. Program Holiday itu berupa kursus Bahasa Inggris selama pertengah Juli 2012 silam. Meski hanya sepuluh hari, kami sangat terkesan dengan suasana kampung tempat kami tinggal di Pare, karena bukan kampung sembarang kampung. Ya, Pare terkenal dengan kampung Inggris itu membuat kami kagum dan serasa berada di Eropa. Bukan karena keindahan alamnya, akan tetapi budaya dan cara mereka bicara. Di setiap penjuru tempat, di jalan-jalan, di halaman rumah mereka bercakap-cakap dalam bahasa Inggris.
Maklum, ini kali pertama saya belajar di sana. Masa liburan seperti ini Pare memang menjadi salah satu tujuan utama bagi sebagian siswa maupun mahasiswa menghabiskan liburan. Tak ayal, kampung berubah layaknya sebuah kota. Suasananya, keramaiannya, orang-orangnya, semua penuh semangat untuk belajar bahasa asing. Pare menawarkan berbagai suguhan kursus mulai dari tingkat dasar hingga tingkat lanjutan. Bagi yang ingin mendalami gramatikal dapat mengikuti program grammar, yang ingin mahir bicara di muka umum dapat mengambil program public speaking, dan sebagainya.
Kawan-kawan Ambisi yang beranggotakan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi begitu berambisi untuk menambah pundi-pundi ilmu, khususnya kemahiran dalam berkomunikasi menggunakan bahasa inggris. Kami mengambil kursus di The Daffodils yang terletak di jalan Pancawarna. Karena mempertimbangkan waktu yang hanya sepuluh hari itu, kami mengambil program speaking first.
Salah satu tutor mengatakan, bahasa itu memerlukan kebiasaan. Orang Inggris meski mereka tak belajar bahasa Inggris akan mahir berbahasa Inggris. Orang Madura, meski tak memelajari bahasa Madura mereka akan paham dengan sendirinya. Karena kita tidak terbiasa berbahasa Inggris, mau gak mau kita harus belajar agar mengerti bahasa internasional itu. Untuk itu di kampung Inggris inilah tempat kalian untuk membiasakan bahasa itu.”
Setidaknya ada beberapa alasan mengapa bahasa Inggris itu penting dipelajari. Miss Indah, salah satu tutor menjelaskan, seseorang belajar bahasa Inggris karena beberapa alasan. Di antaranya, karena tekhnologi modern, wibawa tinggi, aplikasi pekerjaan, dan karena beasiswa. Semuanya menggunakan dan membutuhkan bahasa Inggris. Mungkin karena itulah mengapa orang berbondong-bondong mendalami bahasa Inggris, khususnya di kampung Inggris, Pare.
KOMENTAR