Senin, 22 Desember 2014
Surya

Pengusaha Tembakau Belum Bisa Sepakati Harga yang Diajukan Petani

Selasa, 28 Agustus 2012 18:36 WIB

SURYA Online, JEMBER-Sejumlah pembeli tembakau dan perwakilan perusahaan rokok belum bisa memberikan jaminan harga kepada petani tembakau Jember.

Dalam pertemuan 'Kesepakatan Ancar-Ancar Harga Tembakau Kasturi dan Rajang di Kabupaten Jember', Selasa (28/8/2012) antara petani dan perwakilan pembeli serta perusahaan rokok belum tercapai kesepakatan harga.

Pihak pembeli masih akan menyampaikan permintaan petani kepada pimpinan perusahaan rokok seperti Djarum, Gudang Garam, Sampoerna juga Bentoel.

Dalam pertemuan yang difasilitasi DInas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM serta disaksikan Komisi B DPRD Jember dan KOmisi Urusan Tembakau Jember tersebut hanya mencapai kesepakatan kalau pihak perusahaan akan menyerap habis tembaku petani, baik mitra maupun bukan mitra.

"Kami berjanji akan menyerap atau membeli seluruh tembakau petani. Namun untuk harga, kami harus koordinasi dengan pihak pimpinan pabrik," ujar H Soncai, Ketua Asosiasi Pabrikan Tembakau di Jember.

Kesepakatan itu dituangkan setelah petani memprotes anjloknya harga tembakau kasturi dan rajang. Petani tidak mau menunggu lama untuk mendapatkan kepastian harga. "Meski hanya satu minggu, kami tidak bisa
menunggu. Seminggu saja, tembakau kami sudah rusak," ujar Jumantoro, salah satu petani yang ikut dalam pertemuan tersebut.  

Mereka hanya memberi waktu maksimal tiga hari untuk kepastian harga tersebut.

Kepala Disperindag dan ESDM Jember Achmad Sudiyono berjanji akan menyampaikan kesepakatan tersebut kepada Bupati Jember MZA Djalal.

Selain itu, pihaknya juga akan menghubungi pimpinan pabrik rokok secara langsung untuk meminta kepastian harga dan kenaikan hargadaripada harga yang sekarang berlaku di pasaran.

"Saya tidak bisa sebuatkan hari. Tetapi hari ini, bisa saya tindaklanjuti dan semoga besok sudah ada hasil," ujar Achmad.

Dalam pertemuan itu, petani menuntut ada kenaikan harga tembaku dibandingkan harga yang berlaku saat ini. Saat ini tembakau Kasturi dibeli dengan harga tertinggi Rp 30 ribu, sedangkan tembakau Rajang Rp
25 Ribu. Harga tertinggi diterapkan jika kualitas tembakau baik.

Petani hanya meminta agar harga tembaku Kasturi lebih tinggi dari Rp 30 Ribu per kilogram dan Rajang Rp 25 Ribu per kilogram. Pasalnya, kualitas tembakau petani jenis Kasturi dan Rajang saat ini lebih bagus dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, harga sewa lahan juga lebih mahal dibandingkan tahun lalu. Ironisnya, tahun lalu harga tembakau Kasturi bisa mencapai Rp 47 Ribu per kilogramnya.
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Satwika Rumeksa

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas