Jumat, 28 Agustus 2015

Pengusaha Tembakau Belum Bisa Sepakati Harga yang Diajukan Petani

Selasa, 28 Agustus 2012 18:36

Dalam pertemuan 'Kesepakatan Ancar-Ancar Harga Tembakau Kasturi dan Rajang di Kabupaten Jember', Selasa (28/8/2012) antara petani dan perwakilan pembeli serta perusahaan rokok belum tercapai kesepakatan harga.

Pihak pembeli masih akan menyampaikan permintaan petani kepada pimpinan perusahaan rokok seperti Djarum, Gudang Garam, Sampoerna juga Bentoel.

Dalam pertemuan yang difasilitasi DInas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM serta disaksikan Komisi B DPRD Jember dan KOmisi Urusan Tembakau Jember tersebut hanya mencapai kesepakatan kalau pihak perusahaan akan menyerap habis tembaku petani, baik mitra maupun bukan mitra.

"Kami berjanji akan menyerap atau membeli seluruh tembakau petani. Namun untuk harga, kami harus koordinasi dengan pihak pimpinan pabrik," ujar H Soncai, Ketua Asosiasi Pabrikan Tembakau di Jember.

Kesepakatan itu dituangkan setelah petani memprotes anjloknya harga tembakau kasturi dan rajang. Petani tidak mau menunggu lama untuk mendapatkan kepastian harga. "Meski hanya satu minggu, kami tidak bisa
menunggu. Seminggu saja, tembakau kami sudah rusak," ujar Jumantoro, salah satu petani yang ikut dalam pertemuan tersebut.  

Mereka hanya memberi waktu maksimal tiga hari untuk kepastian harga tersebut.

Kepala Disperindag dan ESDM Jember Achmad Sudiyono berjanji akan menyampaikan kesepakatan tersebut kepada Bupati Jember MZA Djalal.

Halaman12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas