• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Surya

Penghapusan Utang Bagi yang Bangkrut

Senin, 27 Agustus 2012 22:25 WIB
SURYA Online, BATU-Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan mengeluarkan kebijakan menghapus tunggakan utang bagi para pengusaha yang bangkrut. Draft peraturan walikota (perwali) tentang Kualitas Piutang dan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih Dalam Kebijakan Akutansi Pemkot Batu terkait rencana itu pun sudah diajukan bagian keuangan kepada bagian hukum.

“Kami selalu diingatkan oleh BPK terkait piutang ini. Harusnya ada item sendiri. Makanya, perlu mengatur akutansi piutang,” ujar Julijanti Wachjuni, Kepala Bagian Keuangan Pemkot Batu saat ditemui di kantornya, Senin (27/8/2012).

“Kami selama ini masih sinergi dengan BPK. Dan kewenangan untuk menghapus utang itu adalah kepala daerah yang tertuang dalam UU 28/2010 dengan utang tertinggi (yang bisa dihapus) Rp 5 miliar dan pasti ada pertimbangan dari BPK serta TPTGR,” tambahnya.

Mengenai siapa saja pengusaha yang utangnya bisa dihapus, Juli mencontohkan, pengusaha warnet yang kena retribusi lalu diketahui usahanya itu bangkrut. Begitu juga dengan pedagang di Batu Tourism Centre (BTC)-dulunya PKL- yang tidak mampu melunasi utang dan dendanya.

“Masak ya ditagih. Mereka perlu ada kebijakan piutang. Lalu usahanya kembang kempis. Siapa yang menentukan kembang kempisnya usaha itu adalah akuntan publik,” sambungnya.

Namun, Juli menegaskan, perwali ini tidak akan berlaku bagi pengusaha tempat rekreasi seperti Jatim Park. Sebab, meskipun pemilik Jatim Park menunggak pajak, diperkirakan tidak akan bangkrut. “Ini khusus untuk yang bangkrut,” tambah Juli.

Sementara itu, Eddy Murtono, Kepala Bagian Hukum Pemkot Batu membutuhkan waktu untuk mendalami pasal demi pasal dalam draft tersebut, apakah perlu ada perubahan atau tidak. “Kami harus ketemu dulu dengan bagian keuangan, setelah itu dibahas bersama,” ujarnya.

Selama ini, Pemkot memiliki piutang seperti dalam laporan pertanggungjawaban tahun anggaran 2011 sebesar Rp 26,4 miliar. Sebesar Rp 24,4 miliar berasal dari tunggakan pajak, sisanya Rp 861 juta berupa piutang retribusi dan Rp 1,2 miliar berupa piutang dana bagi hasil.

Pada piutang pajak, tunggakan terbesar pada pajak hiburan sebesar Rp 23 miliar. Diantaranya bersumber dari Jatim Park sebesar Rp 10 miliar.
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
254895 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas