Senin, 24 November 2014
Surya

Salah Tangkap, Kapolres Kediri Minta Maaf

Rabu, 22 Agustus 2012 16:37 WIB

Salah Tangkap, Kapolres Kediri Minta Maaf
surya/cornelius vrian
Mintoro (kiri), korban salah tangkap, saat bertemu dengan Kapolres Kediri AKBP Kasero Manggolo, Rabu (22/8/2012)
SURYA Online, KEDIRI - Kapolres Kediri, AKBP RH Kasero Manggolo mengakui adanya kelalaian yang dilakukan tim opsnal satnarkoba hingga menyebabkan kasus salah tangkap terhadap Mintoro (32) warga Dusun Pojok Bangsri Desa Selosari Kecamatan Kandat, Minggu (19/8/2012) lalu.

Kelalaian itu karena petugas tidak menanyakan identitas korban sebelum melakukan tindakan penangkapan yang berbuntut tindak kekerasan.

"Memang anggota lalai karena tidak menanyakan terlebih dulu identitas orang yang bersangkutan. Tapi kelalaian itu manusiawi dan saat ini kasusnya sudah ditangani bidang propam Polda Jatim," kata Kasero Manggolo, Rabu (22/8/2012) sore.

Kapolres menjelaskan, peristiwa salah tangkap itu berawal dari penangkapan terhadap enam anggota sindikat pengedar narkoba dengan barang bukti sekitar 50.000 butir pil dobel L yang berlangsung mulai Sabtu (18/8/2012) sore hingga Minggu (19/8/2012) dinihari. Operasi tersebut terbilang sukses karena petugas berhasil menggulung sindikat besar narkoba yang selama ini beroperasi di Kabupaten Kediri.

Masalah mulai muncul, ketika polisi menangkap Didik (27) warga Desa Plaosan Kecamatan Wates. Dari keterangan Didik yang merupakan tersangka terakhir yang berhasil diringkus, polisi mendapat kejelasan tentang tempat tinggal Heru yang merupakan salah satu bandar narkoba di Kecamatan Kandat. Petugas pun langsung bergerak menuju rumah yang ditunjuk sebagai tempat tinggal bandar itu.

"Jadi memang anggota sangat bersemangat karena ingin menuntaskan operasi terhadap sindikat narkoba tersebut," imbuh Kapolres.

Namun ternyata, rumah tersebut bukanlah tempat tinggal Heru sebagai target yang diincar polisi melainkan rumah Mintoro.  Padahal saat itu, petugas sudah terlanjur masuk ke dalam rumah dengan merusak kunci pintu.

Petugas juga sempat mengikat tangan Mintoro dengan tali karena borgol yang dibawa habis untuk meringkus enam tersangka yang berhasil ditangkap terlebih dulu.

Seluruh bagian rumah termasuk atap juga sempat digeledah. Petugas baru sadar telah keliru saat Mintoro menunjukkan KTP.

Bersamaan dengan itu, warga setempat yang mengetahui adanya peristiwa kekerasan di rumah Mintoro langsung berkumpul dan meminta pertanggungjawaban petugas. Massa baru bubar, setelah empat jam kemudian anggota opsnal dijemput oleh petugas provost.

Lebih lanjut Kapolres Kasero Manggolo mengatakan, saat itu juga tim opsnal yang melakukan salah tangkap langsung dibawa oleh petugas Bidpropram Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan. Meski lalai menanyakan identitas korban, namun Kapolres menegaskan, secara prosedur proses penangkapan tersebut sudah benar.

"Anggota kami sudah menyampaikan identitas sebagai polisi. Bahkan hal ini juga didengar oleh tetangga. Kalau tentang ijin pada perangkat desa, dalam kondisi tertentu hal tersebut bisa dilakukan kemudian," tandas Kapolres.

Atas peristiwa tersebut, Kapolres Kasero Manggolo menyampaikan permintaan maafnya. Permintaan maaf itu juga disampaikan langsung pada pihak keluarga dan perangkat desa setempat tatkala Kapolres berkunjung ke rumah Mintoro.

Selain itu, kepolisian juga menanggung seluruh biaya pengobatan dan perbaikan bagian rumah yang rusak saat peristiwa terjadi.
Penulis: Cornelius Vrian
Editor: Rudy Hartono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas