Jumat, 27 Februari 2015

Salah Tangkap, Kapolres Kediri Minta Maaf

Rabu, 22 Agustus 2012 16:37 WIB

Salah Tangkap, Kapolres Kediri Minta Maaf
surya/cornelius vrian
Mintoro (kiri), korban salah tangkap, saat bertemu dengan Kapolres Kediri AKBP Kasero Manggolo, Rabu (22/8/2012)

Kelalaian itu karena petugas tidak menanyakan identitas korban sebelum melakukan tindakan penangkapan yang berbuntut tindak kekerasan.

"Memang anggota lalai karena tidak menanyakan terlebih dulu identitas orang yang bersangkutan. Tapi kelalaian itu manusiawi dan saat ini kasusnya sudah ditangani bidang propam Polda Jatim," kata Kasero Manggolo, Rabu (22/8/2012) sore.

Kapolres menjelaskan, peristiwa salah tangkap itu berawal dari penangkapan terhadap enam anggota sindikat pengedar narkoba dengan barang bukti sekitar 50.000 butir pil dobel L yang berlangsung mulai Sabtu (18/8/2012) sore hingga Minggu (19/8/2012) dinihari. Operasi tersebut terbilang sukses karena petugas berhasil menggulung sindikat besar narkoba yang selama ini beroperasi di Kabupaten Kediri.

Masalah mulai muncul, ketika polisi menangkap Didik (27) warga Desa Plaosan Kecamatan Wates. Dari keterangan Didik yang merupakan tersangka terakhir yang berhasil diringkus, polisi mendapat kejelasan tentang tempat tinggal Heru yang merupakan salah satu bandar narkoba di Kecamatan Kandat. Petugas pun langsung bergerak menuju rumah yang ditunjuk sebagai tempat tinggal bandar itu.

"Jadi memang anggota sangat bersemangat karena ingin menuntaskan operasi terhadap sindikat narkoba tersebut," imbuh Kapolres.

Namun ternyata, rumah tersebut bukanlah tempat tinggal Heru sebagai target yang diincar polisi melainkan rumah Mintoro.  Padahal saat itu, petugas sudah terlanjur masuk ke dalam rumah dengan merusak kunci pintu.

Petugas juga sempat mengikat tangan Mintoro dengan tali karena borgol yang dibawa habis untuk meringkus enam tersangka yang berhasil ditangkap terlebih dulu.

Halaman12
Penulis: Cornelius Vrian
Editor: Rudy Hartono
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas