• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Surya

Perempuan di Balik Pengungkapan Kejahatan Bank

Rabu, 22 Agustus 2012 18:58 WIB
Perempuan di Balik Pengungkapan Kejahatan Bank
surya/miftah faridl
Fitrianti Dhian Retnowati
SURYA Online, SURABAYA-Hanya orang-orang ‘aneh’ di dunia perbankan yang mau memilih profesi ini. Terutama bagi perempuan. Di saat kebanyakan perempuan seusianya memilih berkarier menjadi frontliner di bank, ibu satu anak ini malah memilih menjadi seorang anti-fraud investigation.

Pemilik nama lengkap Fitrianti Dhian Retnowati ini tahu betul apa yang akan dilakoninya begitu mengambil formulir tes bagi calon anti-fraud. Statusnya yang seorang ibu dari putri, memang menjadi pertimbangan.

Maklum, posisi anti-fraud akan membawanya ke berbagai kota di seluruh Indonesia sehingga mengurangi waktu bertemu dengan sang anak.

Menurut Dhian, nama panggilannya, anti-fraud merupakan profesi khusus dalam dunia perbankan. Tugas utama seorang anti-fraud adalah menyelidiki kejahatan perbankkan. Baik yang dilakukan bank, maupun nasabah. Karena itu, kerja Dhian lebih mirip intelejen kepolisian ketimbang karyawan bank. Dia berperang melawan penjahat kerah putih.

Pengetatan ini ini merupakan buah dari ulah Inong Malinda Dee yang menggelapkan dana nasabahnya. Perempuan 49 tahun itu akhirnya divonis delapan tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider 3 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 7 Maret lalu.

“Bisa menjadi anti-fraud, memang tidak mudah. Saya harus mengikuti tes yang digelar Bank Indonesia. Dari 100-an orang yang lulus, saya perempuan sendiri. Itu yang membuat saya tertantang,” ujar pemegang sertifikat anti-fraud investigation dari BI sejak 1999.

Perempuan yang lahir di Surabaya 39 tahun silam itu menorehkan prestasi. Dia termasuk orang yang membongkar penggelapan Rp 19 miliar yang dilakukan Daniel Cristinus Gunawan, mantan marketing Bank Mayapada, beberapa bulan lalu. Kasus Daniel masih disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Karena keberhasilannya itu, Dhian ditarik bank asing yang beroperasi di Indonesia. Di tempat kerjanya saat ini, Dhian juga sedang menyelidiki jejak kejahatan Daniel. “Pekerjaan saya lebih intelejen polisi.. Terlebih saya juga harus menyelidiki semua cabang se-Indonesia,” paparnya.

Karier moncer Dhian memang tidak dilaluinya dengan mudah. Dhian sempat terpuruh kala Bagus, suaminya, meninggal 2004 silam. Lelaki yang menikahinya pada 1997 itu menjadi korban tewas bom Kuningan, Jakarta. “Itu momen terberat dalam hidup saya. Mas Bagus suami yang baik,” kenangnya.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu pun memilih kembali bekerja. Sebelumnya, almarhum suaminya memang tidak membolehkannya bekerja. Namun, tuntutan ekonomi menjadi alasan utama Dhian kembali bekerja. Apalagi, dia sudah menguatkan diri menghidupi putrinya seorang diri.

“Saya dan anak saya sudah buat janji. Dia akan sekolah tekun kalau uangnya dari hasil keringat saya sendiri. Saya tidak mau menggantungkan nasib anak saya dari laki-laki lain. Kami pun membuat janji kalau saya tidak akan menikah lagi,” imbuh ibu dari remaja ayu bernama Kireyna Eka Dian Rahmawati itu.

Dukungan dari sang anak itulah yang membuat Dhian moncer menggeluti profesinya saat ini. “Dukungan keluarga memang sangat saya butuhkan. Menjadi anti-fraud memang tidak mudah. Resiko yang saya hadapi juga tidak kecil. tapi kalau ingat anak, saya jadi semangat,” pungkasnya
Penulis: Miftah Faridl
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
254343 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas