Kamis, 23 Mei 2013: 19:10:35

Dipajaki Rp 92,5 Miliar, Bolt Ogah Tampil Lagi di Inggris

Selasa, 14 Agustus 2012 23:34 WIB | Dibaca: 701 | Editor: Deddy Sukma | Reporter : Deddy Sukma
bolt.jpg
yahoosports
Usain Bolt (Jamaika)

SURYA ONLINE, LONDON - Kegembiraan Usain Bolt meraih tiga rekor dan tiga emas di cabang atletik di Olimpiade 2012, berubah menjadi kemarahan. Pelari tercepat dunia asal Jamaika ini menegaskan tidak akan pernah lagi berkompetisi di Inggris akibat beban pajak di negara itu sangat tinggi.

Bolt yang menang di nomor 100 meter, 200 meter dan estafet 4x100 meter putra, merasa menjadi korban tingginya beban pajak di Inggris. Karena Badan Pajak Inggris (HMRC) menarik pajak dari sponsor, fee penampilannya dan gajinya sebagai atlet profesional sampai 50 persen.

Bolt harus menerima nasib ketika HMRC membebaninya separo dari 12,5 juta pounds sponsornya, Puma, atau sekitar 6,25 juta pounds (Rp 92,5 miliar) sebagai pajak.

“Selama aturan pajak di Inggris tidak berubah, saya tidak akan tampil lagi di sini. Saya sebenarnya suka berkompetisi di Inggris karena banyak warga Jamaika di negara ini,” kata Bolt kepada Telegraph, Selasa (14/8).

Keluhan Bolt dibenarkan Glyn Bunting, dari lembaga keuangan Deloitte. “Bolt menerima pemasukan besar karena memakai merek pakaian atau sepatu lari khusus, dan HMRC ingin mendapat bagian dari pemasukan itu,” ungkap Bunting.

Sebelum tampil di Olimpiade 2012, Bolt menolak tampil di Inggris selama tiga tahun dan menuntut HMRC memberlakukan keringanan pajak bagi atlet luar negeri.

Bahkan pada Grand Prix Aviva London 2010, Bolt mengundurkan diri karena menolak tingginya beban pajak dan ia memutuskan tampil di Prancis di mana ia menerima bayaran 250.000 pounds.

“Pajak HMRC membuat banyak atlet besar menjauhi berkompetisi di Inggris,” kata agen Bolt, Ricky Simms.

Bukan hanya Bolt, petenis papan atas dunia asal Spanyol, Rafael Nadal pun sampai menarik diri dari Kejuaraan Aegon tahun ini karena tidak nyaman dengan penetapan pajak pemasukan di Inggris.

Tetapi jubir HMRC masih berkilah. “Pemerintah Inggris sebenarnya masih memberi pengecualian bagi atlet luar negeri di Olimpiade dan Paralimpik, sehingga mereka tidak perlu membayar pajak pemasukan,” kata jubir HMRC. telegraph


Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/