Rabu, 6 Mei 2026

Emas Istri Dirampas, Juragan Sapi Tantang Perampok

Senima (45) warga Desa Kalipenggung, menjadi korban pembacokan perampok.

Tayang:
Penulis: Agus Purwoko | Editor: Rudy Hartono
SURYA Online, LUMAJANG - Senima (45) warga Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jumat (10/8/2012) sekitar pukul 02.00 wib dini hari menjadi korban pembacokan perampok. Akibat kejadian itu, istri juragan sapi  tersebut menderita luka bacok di bagian kepalanya dan sempat dirawat di Puskesmas Tanjung.

Dalam kejadian malam itu, kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah tujuh orang tersebut berhasil membawa kabur 8 ons perhiasan emas milik korban.   Menurut Bukasan (50) suami Senima, kawanan perampok memasuki rumahnya, lewat pintu pelakang atau dapur.

Setelah berada di dalam, perampok membuka pintu kamar tidur Bukasan. Karena terkunci, mereka kemudian menuju kamar istri Bukasan yang berada di belakang. Lantaran tidak terkunci, perampok dengan mudah masuk kamar Senima dan mengacak-acak isi kamarnya. Senima yang terbangun kaget ada sejumlah orang yang tidak dikenalnya berada di dalam kamarnya.

Dengan beraninya ia menarik salah satu pelaku. Namun perlawanan Senima dibalas bacokan dan mengenai kepalanya. Merasakan sakit dan kepalanya berlumuran darah, ia menjerit sekerasnya. Suami yang tidur di kamar depan mendengar istrinya menjerit, bangun seketika. Sebelum ke kamar istrinya, Bukasan mengambil parang yang disembunyikan di  kamarnya.

Tanpa aada perasaan takut, meski lawannya tidak imbang, juragan sapi itu menyabetkan parang yang dipegangnya ke salah satu pelaku. Pelaku yang sedang merebut kalung yang dipakai istrinya sempat menghindar, sehingga sabetan parang korban tidak mengenai pelaku. Keduanyapun terlibat duel fisik alias berkelahi.

Lepas dari cengkraman Bukasan, si perampok masih sempat merampas kalung yang dipakai istrinya. Melihat itu, korban menyabetkan parangnya ke punggung korban hingga terluka. Melihat kawannya terlika, keenam perampok berikut pelaku yang terluka punggungnya melarikan diri setelah memecah kaca jendela depan.  “mereka langsung kabur. Terus saya bilang, ayo jangan lari kalau berani,” cerita Bukasan.

Sementara, saat sejumlah wartawan hendak konfirmasi Kapolsek Randu agung tidak berada di tempat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved