A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Tempe Koro Gantikan Kedelai - Surya
Sabtu, 29 November 2014
Surya

Tempe Koro Gantikan Kedelai

Jumat, 10 Agustus 2012 09:45 WIB

Tempe Koro Gantikan  Kedelai
SURYA/SRI WAHYUNIK
KARA - Biji kara untuk pembuatan tempe
SURYA Online, JEMBER - Siapa yang tidak kenal lauk yang bernama tempe. Dan setiap kata tempe disebut pasti merujuk pada kedelai.

Padahal orang Indonesia di tahun 40 hingga 50-an juga mengenal tempe dari bahan baku non kedelai. Bahan yang digunakan jenis koro atau kara. Apalagi komoditas ini asli tumbuh di Indonesia, sedangkan kedelai berkembang di Indonesia karena dibawa orang China dari daratan China ke Indonesia.

Untuk mengingatkan kembali bahwa tempe tidak harus kedelai namun bisa digantikan oleh jenis koro, sejumlah mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember membuat tempe koro.

"Sebenarnya ini mengingatkan kembali orang Indonesia, kalau tempe tidak hanya kedelai namun juga bisa dibuat dari koro. Nenek kita dulu di tahun 40-an pasti mengenal dan membuatnya," kata Prof Achmad Subagio, dosen Fakultas Tehnik Pertanian (FTP) Unej, Jumat (10/8/2012).

Karenanya mahasiswa FTP yang lahir di tahun 80-an dan 90-an itu mencoba membuat kembali tempe koro di laboratorium FTP. "Hasilnya ternyata bagus," lanjut Bagio yang mendampingi mahasiswanya.

Koro yang dibuat tempe merupakan jenis koro pedang, komak dan kratok. Pembuatan tempe koro ini sama dengan kedelai. Sedangkan kandungan protein yang paling tinggi ada di koro komak yang hampir setara dengan kedelai. Namun, pada awalnya lidah memang harus menyesuaikan dengan rasa dan bau koro sebab sudah lama terbiasa dengan kedelai.

Pembuatan tempe koro ini diharapkan bisa menggantikan kedelai yang kini harganya melambung. apalagi koro bisa dengan mudah tumbuh di lahan kering. "Jika pasar koro jelas dan ada permintaan pasar jelas, tentunya petani akan serius menanam ini bukan hanya pengganti tanaman di kala musim kemarau," tegas Bagio.
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Suyanto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas