Jumat, 24 Mei 2013: 23:05:14

Terganjal Ijin, Sandow Terancam Tak Bisa Turun

Rabu, 8 Agustus 2012 21:59 WIB | Dibaca: 239 | Editor: Rudy Hartono | Reporter : Fatkhul Alami
SURYA Online, SURABAYA - KONI Jawa Timur (Jatim) dituntut segera menyelesaikan status atlet yang belum mendapatkan ijin dari tempat bekerjanya. Saat ijin Maya Puspita Widiastuti (bola voli indoor) belum beres, kini Sandow Wledemar Nasution (angkat besi) juga terancam tidak bisa turun membela Jatim pada PON XVIII/2012, September nanti.

Hingga saat ini, Sandow berlum mendapatkan ijin tampil di PON bersama Jatim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat.

“Saya sebenarnya Sandow sudah bisa gabung dalam latihan bersama atlet lainnya pada minggu ini, tapi dia belum dapat ijin ke Surabaya. Dia statusnya PNS di Pemkab Bogor,” sebut Jefry Tagoro, manajer Puslatda angkat besi dan berat Jatim saat ditemui disela-sela latihan di Gedung KONI Jatim, Rabu (8/8/2012).

Feffry mengatakan, Sandow merupakan atlet angkat besi berkualitas. Dia bakal disiapkan turun di kelas 77kg dan diharapkan bisa menyumbangkan medali emas di Riau. Atlet yang pernah diperebutkan Jawa Barat (Jabar) dan Jatim ini lebih banyak berlatih di Jakarta.

“Saat kami TC (pemusatan latihan) di Batu, dia sempat ikut tapi tidak sampai selesai.  Setelah lebaran diharapkan sudah bisa gabung ke Surabaya,” ucap Jeffry.

Ijin Sandow, kata Jeffry memang tidak mudah. Ini karena sudah lintas provinsi. Rekomendasi ijin bakal mudah jika status Sandow merupakan PNS di Jatim.

“Tapi, Sandow itu atlet profesional. Kalau tidak gabung dalam latihan tidak masalah, cuka kami tidak bisa melakukan pemantauan,” jelas Jeffry yang juga Ketua Harian Pengprov Pabsi Jatim ini.

Selain Sandow, angkat besi Jatim juga mengandalkan Dedi Aprianto. Dia diharapkan bisa merebut medali emas pada kelas 105+kg. Jatim akan bersaing dengan Kalimantan Timur (Kaltim), Lampung, Jabar dan Riau guna mendulang medali emas.

“Secara keseluruhan, Pabsi menargetkan empat medali emas. Angkat besi dan berat dua emas dan bina raga juga dua emas,” sambung Jeffry.

Saat ini atlet angkat besi dan berat menjalani TC di Gedung KONI Jatim hingga PON 2012 nanti. Kondisi atlet sudah 90 persen dan kini terus ditingkatkan.

“Kami sedang mengejar 10 persennya di Surabaya dan puncaknya nanti di Riau,” harap Jeffry.

Dedi Aprianto yang ditemui usi berlatih mengaku, dirinya yakin bisa menyumbangkan emas bagi Jatim di Riau nanti. Dia menilai, atlet-atlet asal Riau yang justru diwaspadai di kelas 105+kg.

“Saya sudah tahu kekuatan atlet-atlet lain, lawan berat dari tuan rumah Riau. Saya cukup yakin bisa memberikan yang terbaik bagi Jatim,” janji Dedi.



Berita Selengkapnya Klik di Sini »

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/