• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Surya

Lulus Sertifikasi, 716 Guru Malah Ngaplo

Senin, 6 Agustus 2012 19:29 WIB
SURYA Online, SURABAYA - Di tengah-tengah kebutuhan meningkat menjelang Lebaran, 716 guru di bawah Kemenag Kota Surabaya hanya bisa menelan kecewa.

Pasalnya, meski sudah dinyatakan lulus sertifikasi tahun 2011 tetapi mereka tak bisa menikmati Hak Tunjangan Profesi Pendidik (TPP). Idealnya, setiap guru yang dinyatakan lulus sertifikasi 2011, awal 2012 TPP sudah harus cair.

"Kami kecewa karena TPP di Dinas Pendidikan, semua guru sertifikasi seangkatan saya semua sudah cair. Sampai saat ini malah tak ada kejelasan di lingkungan kami. Ini mau Lebaran Mas," kata Mutmaninnah, salah satu guru MTs negeri di Surabaya, Senin (6/8/2012).

Tercatat ada 716 guru di bawah Kemeanag di seluruh Surabaya yang belum menerima TPP. Bahkan tidak hanya angkatan 2011, dua angkatan sebelumnya juga masih ada yang belum cair.

Kemenag Kota Surabaya mencatat, ada 45 guru angkatan 2009 dan 2010 bernasib sama. Puluhan guru ini, makin kecewa.
Kepala Kemenag Surabaya Suwito menjelaskan ratusan guru tersebut terpaksa belum menerima TPP karena belum memilki Nomor Registrasi Guru (NRG). Berbeda dengan Dinas Pendidikan, yang langsung memunculkan RNG bagi peserta sertifikasi begitu dinyatakan lulus.

"Yang benar bukan TPP tapi TPG (tunjangan prefesi guru). Untuk guru di bawah Kemenag memang harus menunggu sampai NRG keluar, baru dicairkan. Biasanya minimal harus nunggu setahun, sertifikasi lulus harus nunggu awal 2013 cair," kata Suwito.

Pria asal Bojonegoro ini belum bisa memastikan, kapan NRG ini turun. Secara empirik, hampir semua guru sertifikasi di sekolah Kemenag selalu kancrit dibanding Dindik. Biasanya, TPP diberikan setelah satu tahun lulus sertifikasi.

"Namun kami juga tak menjamin setahun persis. Idealnya memang TPG dibayarkan di pergantian tahun berikutnya. Tapi buktinya, ada yang sampai tiga tahun belum juga cair. Terus terang bukan wewenang kami," kata Suwito.

Kenapa penerbitan NRG di lingkungan Kemenag terhambat, Suwito menjelaskan bahwa salah satunya perubahan sistem kelemabagaan di Kemendikbud. Jika sebelumnya di bawah direktorat jendral yang lama, kini berubah ke direktorat jendral baru.

Akibatnya, NRG terpengaruh. Dulu nomor guru ini bisa langsung dibuat di Dirjen. Namun sekarang ke Dirjen baru yang memakan waktu. "Sesuai aturan memang, tahun berikutnya semua guru sudah harus menerima TPG triwulan pertama," kata Suwito.

Seperti saat ini, guru sertifikasi 2011 di lingkungan Dindik sudah menerima TPP triwulan kedua pada 27 Juli lalu. Diakui Suwito, kondisi itu lantaran proses penerbitan NRG menggunakan sistem aplikasi data berdasarkan kelengkapoan data individu.

"Sebenarnulya bukan kesalahan Dirjen semata. Data guru, terutama yang NUPTK sekolah umum tapi mengajar di Kemenag pasti akan terkendala NRG. Tapi kita jamin, hak TPP tetap utuh dan diterimakan dobel dan rapel di tahun berikutnya," kata Suwito.
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Adi Agus Santoso
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
252397 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas