A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Bajuber Minta Eksekusi PDAM Surabaya Ditunda - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Surya

Bajuber Minta Eksekusi PDAM Surabaya Ditunda

Sabtu, 4 Agustus 2012 20:44 WIB
SURYA Online, SURABAYA - Abubakar Bajuber, ahli waris Naamlooze Vennootschap (NV) Bouw Maatschappij Badjoeber (perusahaan terbatas keluarga Bajuber) meminta Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tidak mengeksekusi tanah di Jalan Basuki Rahmad 119 dan 121 Surabaya.

Alasannya, tanah yang saat ini menjadi sengketa antara Pemkot Surabaya dan Ny Siti Fathiyah ini adalah tanah keluarganya dengan bukti eigendom tertanggal 10 Maret 1941.

"Selagi pemkot tidak bisa menjelaskan dan memberikan bukti-bukti kalau nenek kami telah menjual tanah itu ke orang lain, berarti tanah itu tetap milik keluarga kami,"tegasnya, Sabtu (4/8/2012).

Kepemilikan tanah oleh NV Bajuber, lanjut Abubakar, juga sudah diakui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya. Hanya saja, BPN tidak mau mengeluarkan sertifikat untuk Bajuber, malah memberikan hak pakai untuk pemkot dan Ny Siti Fathiyah.

"Kami telah melaporkan perbuatan BPN Surabaya ini ke BPN pusat, tapi sampai sekarang belum ditanggapi,"katanya.

Terpisah, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Heru Pramono mengatakan, jika ada pihak yang mengklaim sebagai pemilik sah tanah sementara pengadilan sudah memutuskan perkaranya, pihak tersebut bisa mengajukan perlawanan eksekusi ke PN Surabaya.

Perlawanan ini akan menjadi pertimbangan pihaknya untuk memutuskan apakah jadi mengeksekusi atau membatalkan. "Dilihat dulu bukti-bukti yang diajukan seperti apa,"katanya.

Sementara terkait kepemilikannya sendiri, karena belum dieksekusi, pihak tersebut (Bajuber) bisa mengajukan gugatan perdata ke Pemkot maupun Ny Siti Fathiyah.
Diakui Heru, kasus seperti sering sekali terjadi di PN Surabaya. "Jadi perkaranya sudah diputus. Ketika akan dieksekusi tiba-tiba ada yang mengakui. Ya akhirnya disidangkan lagi,"pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya dan PDAM Kota Surabaya kalah gugatan dari Ny Siti Fathiyah, ahli waris yang bertanggungjawab atas kepemilikan tanah tersebut. Berdasarkan keputusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung nomor 31 PK/Pdt/2010.

Di putusan tersebut majelis hakim MA yang diketuai Mohammad Saleh meminta para tergugat yakni PDAM, Wali Kota Surabaya dan Pimpinan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mengosongkan bangunan di Jalan Kaliasin 119 dan 121 yang sekarang dikenal Jalan Basuki Rahmad 119 dan 121 dan menyerahkan kepada Ny Siti Fathiyah.

Ny Siti Fathiyah adalah istri Almarhum Mohamad Madjari. Semasa hidupnya Madjari pernah membuat perjanjian kerjasama dengan Bukki (Buckey) Scerer Van Ermel, pemilik tanah dan bangunan tersebut.

Dalam akta perjanjian nomor 176 tanggal 21 Januari 1974 yang dibuat di hadapan notaris Goesti Djohan tersebut, Bukki memberi wewenang Madjari untuk mengurus warisannya berupa 17 bidang tanah dan bangunan, salah satunya di Jalan Basuki Rahmad 119 dan 121. Madjari juga berwenang menjual rumah tersebut. Namun meski putusan PK itu sudah keluar lama hingga kini Pengadilan Negeri Surabaya belum juga mengeksekusi karena menunggu putusan perlawanan dari pemkot.  Dan ditengah upaya ini, tiba-tiba Abubakar Bajuber muncul dan mengklaim sebagai ahli waris tanah tersebut.
Penulis: Musahadah
Editor: Rudy Hartono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
252102 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas