Kamis, 2 Agustus 2012 19:26 WIB | Dibaca: 261 | Editor: Satwika Rumeksa | Reporter : Miftah Faridl
SURYA online, SURABAYA-PT Gala Megah Invesment (GMI) melalui salah satu dewan direksinya, Totok Lucida menegaskan sudah bertemu dengan pihak Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim membahas permasalah kredit bagi pedagang Pasar Turi. BPR memang meminta jaminan pembangunan Pasar Turi sebagai syarat pencairan.
“Pascahearing dengan Komisi B DPRD Surabaya lalu, saya memang langsung pihak BPR. Mereka sebenarnya tidak mempertanyakan kapan pembangunan Pasar Turi. Kota hanya berkoordinasi terkait syarat pencairan kredit untuk pedagang,” tandasnya, Kamis (2/8/2012).
Selain meminta jaminan pembangunan Pasar Turi, BPR juga meminta pihak GMI menyertakan surat kesanggupan menyerahkan buku stan apabila nanti Pasar Turi selesai di bangun. Pencairan kredit senilai Rp 2,6 miliar ini akan dicairkan melalui koperasi pedagang, Maju Bersama.
“Kami kan sebenarnya tidak ada kaitannya dengan BPR. Namun karena permohonan ini untuk pencairan kredit bagi pedagang, tentu akan kami rapatkan dulu,” imbuhnya. Terkait jadwal pembangunan, Totok menegaskan saat ini proses pembangunan Pasar Turi sudah berjalan.
“Sudah proses kok (pembangunan). Kami sudah menunjuk PT Pembangunan perumahan (PP) sebagai kontraktornya. Sampai hari ini pembangunan masih berlangsung. Jadwal pembangunannya sudah kami serahkan ke Pemkot Surabaya,” katanya.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »