Kamis, 2 Agustus 2012 19:17 WIB | Dibaca: 408 | Editor: Adi Agus Santoso | Reporter : Imam Taufiq
SURYA Online, BLITAR - Sebanyak sembilan orang siswi kelas IX SMPN IV Kota Blitar diperiksa polisi di Mapolres Blitar, Kamis (2/8/2012), menyusul kasus dugaan pengeroyokan terhadap teman sekelasnya, Sri Harini (15).
AKP Wisnu Wardhana, Kabag Humas Polres Blitar mengatakan, sebenarnya yang dipanggil 15 siswa yang berasal dari tiga sekolah, SMPN 4, SMPN 10 dan sebuah SMK. "Kita lihat saja nanti hasil pemeriksaannya. Terkait motifnya, itu yang masih kami selidiki. Namanya anak muda, ya masalahnya tak jauh beda dengan seputar dunia muda-mudi," ungkapnya.
Setyorini (45), ibu Rg, siswi kelas IX SMPN 10 yang diduga terlibat kasus ini mengaku bersedih atas kasus yang menimpa anaknya. "Saya ini cerewet kalau mendidik anak, namun kok masih saja dia kena masalah seperti ini. Kami sangat sedih mas, kalau bisa jangan sampai masalah ini dilanjut," ujar perempuan ungkapnya asal Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Rg menuturkan, kasus ini adalah puncak sakit hati beberapa siswi kelas IX karena korban suka usil terutama saat di jejaring sosial FB. "Kalau di FB, dia ngawur, suka menjodoh-jodohkan sehingga teman-teman nggak suka," tuturnya.
Dwi Agus Sunyoto, Kepala SMPN 4 mengaku belum tahu motif pengeroyokan itu. Dugaan sementara salah paham, karena ada yang tersinggung dan emosi. "Katanya sehabis olok-olokkan di FB, kemudian dilanjut seperti itu," paparnya.
Supartin (43) mengatakan kalau anaknya Sri Harini, masih tergolek lemah meski kondisinya sudah mulai membaik. Bila hendak buang air kecil, Sri masih kesakitan karena alat vitalnya luka lebam akibat tendangan pelaku. "Namun, kondisinya sudah ada perubahan dibandingkan kemarin," tuturnya.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »