• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Surya

Rehab Bangunan Pendopo Rp 5,9 Miliar Tarik Ulur

Rabu, 1 Agustus 2012 18:35 WIB
Rehab Bangunan Pendopo Rp 5,9 Miliar Tarik Ulur
surya/sudarmawan
TARIK ULUR - Kendati Rehab pembangunan Pendopo Kabupaten Ponorogo yang menelan anggaran Rp 5,9 miliar masih tarik ulur antara Bupati dan DPRD Ponorogo, akan tetapi pekerjaannya mulai dikerjakan, Rabu (1/8/2012).
SURYA Online, PONOROGO-Proyek pembangunan rehabilitasi Pendopo Kabupaten Ponorogo senilai Rp 5,9 miliar yang dianggarkan melalui APDB 2012, masih menjadi tarik ulur dan persoalan baru. Persoalan itu terjadi pada model pembangunan. Pasalnya, DPRD Kabupaten Ponorogo tetap mengacu sebatas renovasi, tetapi Bupati Ponorogo, Amin melalui surat yang ditujukan ke dewan, ngotot menghapus asset pendopo.

Kendati kasus ini, masih ada di meja DPRD Kabupaten Ponorogo. Akan tetapi, proses rehab bangunan pendopo itu sudah mulai diaksanakan. Berdasarkan pantuan di lapangan, beberapa pekerja PT Daman Varia Karya yang beralamat di JL Raya Prapen No 39 Surabaya yang memenangkan tender sebesar Rp 5,9 miliar tersebut mulai menurunkan genteng dan memindahkan sejumlah mebeler di dalam pendopo.

Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Agus Widodo mengatakan jika permasalahan ini masih berada di meja dewan. Hal ini disebabkan surat Bupati yang diberikan untuk DPRD sekitar sebulan lalu belum selesai ditindaklanjuti. Dalam surat itu berisi usulan agar pembangunan pendopo dialihkan dari renovasi menjadi (berubah) penghapusan aset. Kondisi itu membuat dewan bergeming dan tidak mau melawan arus aturan yang ada.

"Kami belum bisa menjawab (surat bupati). Kami tidak mau mengambil resiko baik dari sisi aturan dan hukum yang berlaku," terangnya kepada Surya, Rabu (1/8/2012).

Selain itu, politisi dari PDIP ini memberikan kronologis anggaran Rp 5,9 miliar itu awalnya untuk pembangunan pendopo hanya sebatas renovasi.

"Jika dalam DPA berbunyi renovasi, tidak semuanya harus dimulai dari awal atau dirobohkan. Tetapi setelah proses lelang di tengah-tengah dimulainya pembangunan, tiba-tiba Bupati Amin melayangkan surat ke dewan meminta persetujuan penghapusan aset," tegasnya.

Di samping itu, kara Agus, dewan tidak asal menyetujui permintaan itu. Dewan masih berpikir lebih panjang jika usulan surat tersebut disetujui terhadap resiko yang akan diterima. Apalagi, jika pendopo itu perbaikannya sampai dirobohkann dewan tidak akan bertanggung jawab.
 
"Sampai saat ini kami masih berpatokan pada bahasa renovasi dari pada menyetujui usulan penghapusan aset.Kami masih mengkaji dan mempelajarinya meski hari ini sudah dimulai pembongkaran. Jika melihat gambarnya bukan renovasi tapi rehab total," pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Ponorogo, Hari Subito menegskan surat bupati yang dikirim ke dewan masih akan dibahas dengan dewan. Pihaknya membantah jika surat penghapusan aset diartikan merobohkan semua bangunan pendopo rata dengan tanah dan membangun kembali. Hari menggaku hanya mengusulkan beberapa aset dilelang kembali atau dihibahkan.

Secara rinci, Dinas PU mengaku ada beberapa bangunan yang masih dipertahankan. Diantaranya, tembok burung garuda dan kayu soko guru yang menyangga pendopo tetap tidak dipugar untuk memertahankan nilai estetika pendopo.

"Tidak benar kalau sampai dirobohkan. Kami tetap menghargai sejarah pendopo. Tidak kami hapus begitu saja," katanya.

Sementara, menurut Ketua salah satu asosiasi perusahaan konstruksi di Ponorogo yang enggan disebutkan namanya pembangunan pendopo itu sangat tidak layak. Pasalnya, lelang sudah dimulai mala ada surat penghapusan aset dan material lama akan dilelang kembali.

"Ini sangat aneh kenapa ketika lelang sudah dimulai dan SPK sudah siap kok baru muncul surat penghapusan aset dan material lama akan dilelang. Pasti ada yang tidak beres," tandasnya.
Penulis: Sudarmawan
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
251612 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas