Selasa, 28 Juli 2015

Rehab Bangunan Pendopo Rp 5,9 Miliar Tarik Ulur

Rabu, 1 Agustus 2012 18:35

Rehab Bangunan Pendopo Rp 5,9 Miliar Tarik Ulur
surya/sudarmawan
TARIK ULUR - Kendati Rehab pembangunan Pendopo Kabupaten Ponorogo yang menelan anggaran Rp 5,9 miliar masih tarik ulur antara Bupati dan DPRD Ponorogo, akan tetapi pekerjaannya mulai dikerjakan, Rabu (1/8/2012).

Kendati kasus ini, masih ada di meja DPRD Kabupaten Ponorogo. Akan tetapi, proses rehab bangunan pendopo itu sudah mulai diaksanakan. Berdasarkan pantuan di lapangan, beberapa pekerja PT Daman Varia Karya yang beralamat di JL Raya Prapen No 39 Surabaya yang memenangkan tender sebesar Rp 5,9 miliar tersebut mulai menurunkan genteng dan memindahkan sejumlah mebeler di dalam pendopo.

Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Agus Widodo mengatakan jika permasalahan ini masih berada di meja dewan. Hal ini disebabkan surat Bupati yang diberikan untuk DPRD sekitar sebulan lalu belum selesai ditindaklanjuti. Dalam surat itu berisi usulan agar pembangunan pendopo dialihkan dari renovasi menjadi (berubah) penghapusan aset. Kondisi itu membuat dewan bergeming dan tidak mau melawan arus aturan yang ada.

"Kami belum bisa menjawab (surat bupati). Kami tidak mau mengambil resiko baik dari sisi aturan dan hukum yang berlaku," terangnya kepada Surya, Rabu (1/8/2012).

Selain itu, politisi dari PDIP ini memberikan kronologis anggaran Rp 5,9 miliar itu awalnya untuk pembangunan pendopo hanya sebatas renovasi.

"Jika dalam DPA berbunyi renovasi, tidak semuanya harus dimulai dari awal atau dirobohkan. Tetapi setelah proses lelang di tengah-tengah dimulainya pembangunan, tiba-tiba Bupati Amin melayangkan surat ke dewan meminta persetujuan penghapusan aset," tegasnya.

Di samping itu, kara Agus, dewan tidak asal menyetujui permintaan itu. Dewan masih berpikir lebih panjang jika usulan surat tersebut disetujui terhadap resiko yang akan diterima. Apalagi, jika pendopo itu perbaikannya sampai dirobohkann dewan tidak akan bertanggung jawab.

"Sampai saat ini kami masih berpatokan pada bahasa renovasi dari pada menyetujui usulan penghapusan aset.Kami masih mengkaji dan mempelajarinya meski hari ini sudah dimulai pembongkaran. Jika melihat gambarnya bukan renovasi tapi rehab total," pungkasnya.

Halaman12
Penulis: Sudarmawan
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas