Kreatif Olah Produk Makanan
Dipilih karena Tergolong Sehat
Tak selalu makanan cepat saji itu tidak baik bagi kesehatan. Konsep ini ditepis Dian dengan menghadirkan franchise Mr Tacoz.
Tayang:
Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Tri Dayaning Reviati
Tekadnya yang kuat tak sia-sia. Berulang kali kegagalan dan cobaan dihadapi Dian Purwaningtyas dengan tegar. Ia semakin kreatif. Lahirlah, Mr Tacoz yang mengenalkan lidah penyuka kuliner dengan masakan asal Meksiko.
Tak selalu makanan cepat saji itu junkfood, yang tidak baik bagi kesehatan. Konsep ini ditepis Dian dengan menghadirkan franchise (waralaba) Mr Tacoz, sekaligus memperkenalkan makanan Meksiko di Indonesia.
"Sebenarnya, menunya paduan antara makanan Meksiko dan Indonesia,” ujarnya kepada Surya.
Makanan Meksiko dikenal karena bahan sayuran dan buah-buahan segar. Tomat, selada, daging, dan rempah-rempah khas Amerika Latin dipanggang tanpa minyak.
Dikatakan Dian, 80 persen produk Mr Tacoz bebas minyak. Daging dipilih bagian has dalam, yang tergolong 95 cl atau lemaknya hanya lima persen. "Sisanya daging yang akan digiling untuk dimasak,” terangnya.
Hal ini membuat Mr Tacoz termasuk makanan rendah kolesterol sementara saus salsa berasal dari tomat segar, bukan olahan. Tomat segar diblender, lalu tambah cabe, bawang putih, bawang merah, dan jeruk nipis. Nah, jeruk nipis ini yang membuat saus salsa awet hingga beberapa hari.
Lulusan Fakultas MIPA Jurusan Biologi Universitas Brawijaya, Malang ini biasa berjualan sejak sekolah dasar.
Usaha makanan mulai dirambah ketika dia membuat kafe makanan Jepang dengan harga kaki lima di Malang. Kafe Jepang sederhana menyajikan 39 menu yang sudah dimodifikasi.
Modalnya patungan teman kuliah dan investor luar. ”Resep merupakan ide saya dibantu mahasiswa tata boga yang saya rekrut,” tutur Dian.
Namun, bisnisnya ini bangkrut karena kafe tergenang banjir. Bangunan dan banyak peralatan rusak. Dia harus mengembalikan dana pinjaman ke beberapa pihak.
KOMENTAR