SURYA Online, BEIJING - Hujan lebat pada pekan lalu memberi dampak kepada lebih dari dua juta warga di sejumlah provinsi di China selatan.
Lebih dari 13 ribu penduduk di prefektur China baratdaya telah diungsikan setelah badai hujan menerpa kawasan pada Senin, kata pemerintah setempat.
Sejumlah pejabat di kota Kaikou di Prefektur Qiannan, Provinsi Guizhou mengungsikan lebih dari tiga ribu penduduk yang terjebak banjir menuju tempat yang lebih aman.
Sementara itu sekitar 10 ribu warga di Desa Pingtang, Prefektur Qiannan dievakuasi setelah sepertiga wilayah desa itu terendam banjir dengan kedalaman sekitar satu meter.
Hujan lebat juga menyebabkan putusnya listrik dan tanah longsor serta merusak jalanan dan ribuan rumah.
Otoritas Urusan Warga Sipil setempat telah mengirimkan air kemasan, makanan, dan tenda ke wilayah yang terkena banjir serta penanganan pemulihan banjir sedang dilakukan.
Serangkaian badai hujan yang terjadi pada Rabu lalu di Guizhou telah memberi dampak kepada 1,1 juta penduduk di 44 desa dan menyebabkan 11 orang tewas serta tiga hilang pada Senin siang.
Sedangkan hujan lebat pada pekan lalu mempengaruhi 750 ribu warga lain di Provinsi Hunan, demikian Kantor Pencegahan dan Penanganan Banjir Provinsi.
Hujan lebat mengguyur Hunan sejak Rabu lalu dengan sebanyak 175 desa dan kabupaten di provinsi terkena dampak dan membuat 410 rumah ambruk serta merendam 21.100 hektar sawah.
Sementara Kantor Pencegahan dan Penanganan Banjir Provinsi Jiangxi mengumumkan pada Senin hingga Ahad pagi, sekitar 168.700 warga terkena dampak hujan lebat yang mengguyur kawasan pusat dan utara Jiangxi.
Cuaca ekstrim juga menyebabkan 49 rumah runtuh.
Kantor Pencegahan dan Penanganan Banjir provinsi Jiangxi telah merelokasi 2.690 warga dari kemungkinan hujan yang dapat menyebabkan banjir dan longsoran lumpur.
Sementara itu di Provinsi Anhui, pemerintah meminta operator di lebih dari 240 pembuangan air untuk memulai mengalirkan air pada Senin dalam mencegah kelebihan beban karena debit air di tiga sungai besar di kawasan telah melewati tingkat aman.
Kemudian Kantor Pencegahan dan Penanganan Banjir Provinsi Anhui telah memerintahkan 7.500 petugas dan warga lain untuk memeirksa tepian sungai dan tidak ada resiko serius yang dilaporkan hingga saat ini.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »