A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Jual ABG Dihukum Tujuh Bulan - Surya
Jumat, 28 November 2014
Surya

Jual ABG Dihukum Tujuh Bulan

Senin, 16 Juli 2012 21:05 WIB


SURYA Online, SURABAYA-Terdakwa traficking, Musriani bisa bernafas lega setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menghukumnya tujuh bulan penjara, Senin (16/7/2012).

Hukuman ini jauh lebih ringan dibandingkan ancaman hukuman di pasal yang dijeratkan hakim. Majelis hakim yang diketuai Heru Mustofa memastikan dia terbukti mengeksploitasi ekonomi dan seksual anak untuk menguntungkan diri sendiri sesuai Pasal 88 Undang-undang tentang Perlindungan Anak. Dan berdasarkan Pasal 88 ancaman hukuman maksimal yang dijeratkan adalah 10 tahun penjara.

Namun majelis hakim hanya menghukumnya tujuh bulan, meski dia terbukti melanggar Pasal 88.

Vonis inipun lebih ringan dari tuntutan jaksa 15 bulan penjara.
Musriani terbukti menjual Dwi dan Ratna, keduanya berusia 17 tahun. Keduanya dijual kepada mami  pengelola Café Monalisa di Nusa Tengga Timur (NTT).

Kepada Dwi dan Ratna, keduanya Musriani yang memiliki nama panggilan Lusi menjanjikan pekerjaan di restoran.
Tapi kenyataannya mereka dipekerjakan sebagai purel di cafe Monalisa. ”Korban disuruh menemani tamu minum-minum bir dan bahkan diraba-raba,” ucap hakim.

Untuk mengaburkan identitas Dwi dan Ratna, mereka diminta menempeli KTP orang lain dengan fotonya. Kemudian di fotokopi.
Atas kejahatannya itu Lusi mendapatkan uang Rp 4 juta dari pengelola cafe Monalisa.

Dwi dan Ratna sempat melarikan diri ke Surabaya. Tapi ketika tiba di Bandara Juanda mereka ketahuan anak buah cafe Monalisa dan dipaksa kembali ke NTT. Jika tidak mereka harus menebus Rp 3,7 juta.

Kuasa hukum terdakwa, Bob Kudmasa, menolak vonis tersbut. ”Ini tidak adil. Ini rekayasa,” katanya.

Menurutnya, korban suka rela menyerahkan KTP atas nama Utami. Dia malah heran kenapa akhirnya kliennya yang dipersalahkan.
Penulis: Musahadah
Editor: Satwika Rumeksa

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas