Minggu, 15 Juli 2012 18:02 WIB | Dibaca: 692 | Editor: Satwika Rumeksa | Reporter : Mustain
SURYA Online,SIDOARJO-Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo bakal ikut mengamankan kesucian bulan Ramadan.Organisasi dibawah naungan Nadlatul Ulama (NU) itu mendirikan sejumlah posko dengan masing-masing posko disiapkan 20 anggota Bantuan Ansor Serbaguna (Banser).
Posko ini akan didirikan di 18 kecamatan di wilayah kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.Jadi total anggota Banser yang disiapkan untuk mengamankan bulan Ramadan,berjumlah 360 personel."Pengamanan yang kami lakukan sifatnya membantu polisi dan satpol PP,"cetus Agus,di sela melepas Parade Drum Band dalam Rangka Harlah NU ke-89,di depan Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo,Minggu (15/7/2012).
Menurut dia,pendirian posko ini sudah menjadi agenda tahunan.Posko akan berdiri hingga paska Lebaran.Posko ini nantinya akan dibawah koordinasi masing-masing pengurus Ansor tingkat kecamatan."Sedangkan kami berkoordinasi dengan pengurus anak anak cabang tersebut,"jlentreh Agus.
Hingga saat ini,Agus juga mengaku belum menerima salinan surat edaran dari Pemkab Sidoarjo soal aturan main terkait beroperasinya warung,rumah makan,kafe dan tempat hiburan malam."Mestinya hari-hari surat itu sudah disosialisasikan ke masyarakat,namun hingga hari ini (kemarin),kami belum menerimanya,"cetusnya.
Meski demikian,berdasarkan aturan tahun sebelumnya,ada beberapa hal yang diatur untuk menjaga kesucian,kenyamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan.Misalnya warung makanan diminta tidak vulgar saat berjualan di siang hari."Sedangkan kafe dan karaoke wajib tutup sementara saat Ramadan,"tegasnya.
Kepala Bakesbang Linmas Sidoarjo Fauzi Isfandari menyatakan sudah ada surat edaran Bupati Sidoarjo soal aturan main bagi pengelola tempat hiburan,restoran,kafe dan warung makanan."Pekan lalu sudah diteken pak wakil bupati,karena Pak Bupati sedang ada dinas ke luar negeri,"ucapnya dikonfirmasi
Surya melalui ponselnya,Minggu petang.
Fauzi mengaku tidak hapal secara keseluruhan isi surat edaran itu karena dirinya sedang mengikuti diklat di Surabaya.Namun beberapa pokok isi surat edaran ini,diantaranya melarang penggunaan petasan,dan menghimbau restoran,kafe dan warung makanan untuk ikut menyesuaikan saat bulan Ramadan."Kalau hiburan malam ya harus tutup selama Ramadan,"jlentrehnya.
Di sisi lain,polisi juga meningkatkan intensitas razia peredaran minuman keras menjelang datangnya bulan ramadan yang ditaksir mulai berlangsung pada 20 Juli 2012 nanti.Sabtu (14/7/2012) malam,sejumlah personil Polsek Candi bersama beberapa pengurus GP Ansor dan Banser Kecamatan Candi mendatangi sejumlah beberapa warung di kawasan Kecamatan Candi yang disinyalir kerap berjualan miras.
Razia ini juga mendatangi kawasan Randu Pitu yang disebut-sebut kerap dipakai ajang prostitusi.Sayangnya tempat ini pun sepi saat polisi dan banser datang.Razia lalu bergerak mendatangi sejumlah warung.Namun razia yang disebut Operasi Pekat ini hanya menemukan satu kardus berisi beberapa botol miras jenis arak,di sebuah warung di Desa Durungbeduk Kecamatan Candi.
Dari beberapa tempat penjual miras hanya satu tempat saja yang masih berjualan yang berada di daerah Desa Durung bedug. Dari toko tersebut Polisi mendapatkan satu kardus botol berisi miras jenis cokrik atau sejenih arak.
Kapolsek Candi Kompol Andi Febrianto menyatakan operasi yang digelar kali ini agak berbeda karena menggandeng pengurus Ansor dan Banser." Ini merupakan operasi menjelang ramadhan , dengan sasaran penyakit masyarakat,yang juga menjadi atensi bapak Kapolres Sidoarjo,"jelasnya operasi serupa akan digelar berkala saat Ramadan nanti
Berita Selengkapnya Klik di Sini »