A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kepala SMPN 1 Sukorambi Jember Minta Maaf - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Surya

Kepala SMPN 1 Sukorambi Jember Minta Maaf

Kamis, 12 Juli 2012 11:59 WIB
SURYA Online, JEMBER - Kepala SMP Negeri 1 Sukorambi, Sihabuddin, minta maaf kepada ketua dan anggota Komisi D DPRD Jember. Dengan terisak ia meminta maaf dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jember, dan pihak sekolah, Kamis (12/7/2012).

"Terus terang saya minta maaf kepada bapak Ayub, juga anggota dewan yang lain atas insiden kemarin. Saat kejadian itu, saya tidak ada di tempat karena sedang rapat koordinasi persiapan gerak jalan Tajem," ujar Sihab.

Insiden yang ia maksud, terjadinya cekcok mulut antara Ketua Komisi D Ayub Junaidi dengan wakil Kepala sekolah saat Komisi D mendatangi sekolah itu setelah mendengar adanya penahanan ijazah murid.

Sihab juga memasrahkan nasibnya kepada Dinas Pendidikan. Ia mengakui masih adanya ijazah yang ngendon di sekolah tersebut. Namun ia baru mengetahui ada ijazah yang ngendon itu setelah terkuaknya kasus penahanan ijazah Nur Hasanah, lulusan SMPN 1 Sukorambi tahun 2010.

"Memang ada ijazah yang masih ngendon, saya akui dan saya minta maaf. Saya pasrahkan nasib saya, anak dan istri kepada pimpinan saya," ujar Sihab.

Ketua Komisi D Ayub Junaidi mengatakan, saat ini bukan hanya permintaan maaf yang dibutuhkan. "tetapi bagaimana nasib anak ini (Nur Hasanah) bisa diselesaikan. Dia ingin melanjutkan sekolahnya ke tingkat lebih tinggi. Namun dua tahun ijazahnya ditahan, terus apa anak ini bisa melanjutkan sekolahnya," tegas Ayub.

Seperti diberitakan, ijazah Nur Hasanah ditahan selama dua tahun karena tidak mampu melunasi biaya sekolah lebih dari Rp 300 ribu. Akibatnya Nur Hasanah putus sekolah karena tidak bisa melanjutkan ke sekolah menengah atas atau juga kejar paket C.
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas