A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Pendaftaran SDN Surabaya Diperpanjang - Surya
Kamis, 27 November 2014
Surya

Pendaftaran SDN Surabaya Diperpanjang

Sabtu, 7 Juli 2012 12:20 WIB

SURYA Online, SURABAYA - Harapan para kepala SD Negeri agar ada kebijakan khusus untuk menutupi kekurangan murid baru di sekolahnya, akhirnya terkabul. Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya memutuskan memperpanjang masa pendaftaran di seluruh SDN.

Dindik akhirnya membolehkan calon siswa yang saat ini sedang mengurus administrasi kependudukan. Mereka adalah calon siswa yang selama ini tinggal bersama keluarganya di Surabaya tapi belum memiliki kartu keluarga (KK) Surabaya.

"Bagi yang sedang berproses administrasi ini diberi kesempatan menjadi siswa baru di SD Negeri. Kami tunggu sampai proses administrasi tuntas," jelas Kepala Dindik Surabaya Ikhsan, Jumat (6/7/2012).

Ikhsan menandaskan, menyerahkan mekanisme administrasi kependudukan itu pada lembaga terkait. Untuk itu, Dinas Pendidikan belum memutuskan batas waktu perpanjangan pendaftaran untuk SD seluruh Surabaya.

"Silakan warga mengurus, sekolah akan memahami," kata Ikhsan kembali.

Diberitakan sebelumnya, seluruh SD Negeri di Surabaya kurang murid baru hingga mencapai 10.837 anak. Mereka tersebar di seluruh wilayah, terutama di daerah pinggiran. Ini merupakan dampak kebijakan Dindik Surabaya yang menyaring calon siswa dari luar Surabaya dengan KK. Jika tidak memiliki KK Surabaya dikenakan pagu 1 persen.

Akibatnya, warga yang tak bisa menunjukkan KK Surabaya takut mendaftar. Padahal, para pendatang ini sudah puluhan tahun tinggal di Surabaya tapi belum memiliki KK. Akibatnya, mereka ditolak mendaftar di sekolah.

Sejumlah SD pun pusing karena banyak kekurangan murid. Hal ini diakui Ikhsan. Sampai saat ini, Dinas Pendidikan mencatat ada 9.000-an lebih jumlah pagu SD yang tak terpenuhi.

"Tapi dengan kondisi riil begini, kebutuhan sekolah di Surabaya jadi terdeteksi," papar Ikhsan.

Dalam satu wilayah akan terlihat berapa potensi anak usia sekolah dengan kebutuhan sekolah. Dengan demikian, tekad mengembangkan sekolah berdasarkan wilayah bisa terealisasi.

Ikhsan menyatakan, sebenarnya sekolah tidak butuh pagu terpenuhi. Jika ada sekolah yang kapasitasnya kecil maka bisa dimerger atau digabung. Hasil merger ini bisa untuk mengembangkan lapangan dan fasilitas yang lebih bagus. Selanjutnya bisa dikembangkan sekolah satu atap.

Ikhsan sudah memprediksi bahwa pengetatan aturan 1 persen dan KK akan berdampak terhadap banyaknya pagu kosong di jenjang SD. "Kemarin bahkan ada dua SD yang nol, tak ada siswa baru. Tak masalah," katanya.

Kesempatan bagi warga yang mengurus KK untuk masuk SD ini sudah disosialisasikan kepada seluruh kepala SD. Semula penutupan pemenuhan kekurangan murid ini ditetapkan sampai 9 Juli. Tapi diambil kebijakan hingga mengurus KK tuntas.

Kebijakan Dinas Pendidikan memperpanjang pendaftaran untuk SD di Surabaya disambut gembira sekolah. Mereka masih memiliki peluang untuk menutupi kekurangan murid baru di sekolahnya.

"Tentu kami senang dengan kebijakan ini. Mudah-mudahan SD kami kembali ramai dan banyak pendaftar seperti tahun lalu. Tapi kita lihat saja perkembangannya bagaimana besok," kata Umi Kalsum, Kepala SDN Kapasan 6.

Di SD Negeri ini menyediakan pagu untuk siswa baru sebanyak 40 kursi atau satu kelas. Hingga saat ini baru satu anak yang dinyatakan lolos dan menjadi siswa baru. Lima pendaftar lain tak diproses karena tak memiliki KK Surabaya. Akibatnya, banyak calon siswa lainnya tak berani mendaftar.

"Kalau sudah ada jaminan, kami juga senang karena tak melanggar aturan. Kami meminta kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Kampung Gembong, Kapasan dan sudah mengurus KK bisa mendaftar kembali ke sekolah," kata Umi.

Hal yang sama disampaikan Kepala SDN Pegirian 2 Sri Lestari. Sekolah ini menyediakan pagu 80 kursi, yang terisi baru 50. "Mudah-mudahan yang kemarin mengurus KK bisa kembali mendaftar," harap Sri.
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Rudy Hartono
Sumber: Surya Cetak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas