Kamis, 5 Juli 2012 13:45 WIB | Dibaca: 1709 | Editor: Adi Sasono | Reporter : Adi Sasono
DAILY MAIL
Kelly Schaecher (kanan) saat beraksi bersama ibu-ibu menyusui lainnya di Park Street Cafe, Bristol London, Kamis (5/7).
SURYA Online, BRISTOL - Jangan pernah melarang seorang ibu menyusui, karena Anda tak akan tahu bagaimana reaksi mereka. Inilah yang menimpa Kelly Schaecher (28), seorang ibu asal Bristol Inggris yang dibentak saat menyusui oleh seorang staf kafe yang melarangnya menyusui beberapa waktu lalu.
"Jangan pernah kembali ke sini dengan mengeluarkan (maaf) payudara lagi," kata Kelly menirukan kata-kata pedas staf itu seperti dikutip The Sun, Kamis (5/7/2012).
Sebelum mengeluarkan kata-kata pedas, pelayan kafe itu memintanya duduk di pojok kalau ingin menyusui bayinya. Saran itu pun diturutinya. Namun, ketika ia keluar dari kafe, si pelayan membuntutinya dan mengeluarkan kata-kata itu.
Ibu muda yang bekerja di Universitas Bristol itu pun terkejut. "Saya sayang shock. Saya kan cuma menyusui. Setahu saya, Bristol sangat bersahabat pada warganya," kata Kelly.
"Anda bisa lihat kan, di kelab malam, banyak perempunya yang nyaris tak pakai baju. Jadi apa masalahnya kalau saya cuma menyusui bayi," kata ibu dari Shasa yang baru berusia lima bulan itu.
Mendengar kata-kata itu, Kelly pun berbalik dan membalasnya dengan kata-kata, "Awas, lihat saja nanti." Saat itu, kata Kelly, ia sebenarnya tidak punya maksud untuk melakukan apa pun terhadap kafe itu.
Waktu itu ia hanya memberitahu seorang calon tamu soal kebijakan di Park Street Cafe. Mendengar penjelasan Kelly, calon tamu itu pun balik kanan, tidak jadi masuk.
Sebenarnya saat itu tidak terlintas di pikiran Kelly untuk membalas perlakuan pelayan kafe. Namun beberapa waktu kemudian ia menemukan sebuah halaman di Facebook yang menggalang para ibu untuk bersama-sama menyusui di kafe itu.
Benar saja, pada saat yang ditentukan sekitar 200 ibu yang menyebut diri bergerombol dan berjalan kaki menuju kafe itu. Selain membawa bayi masing-masing, mereka juga membawa poster bertuliskan "Lactivist" dan "Mother Suckers".
"Kami hanya kumpul-kumpul secara damai kok, bukan protes. Dan kami mendapat reaksi yang baik dari polisi dan warga lain," kata Kelly.
Akhirnya aksi itu membuahkan hasil. Davide Pontini (35) manajer kafe itu langsung minta maaf. "Kami hanya ingin menjelaskan, kami mempersilakan semua ibu. Tiap hari ada ibu menyusui di sini," kata Davide.
Lalu mengapa ada pelayan yang berkata-kata pedas? "Menyarankan ibu menyusui di pojok itu bukan kebijakan perusahaan. Ini benar-benar insiden terpisah akibat kesalahpahaman," katanya.
(thesun/dailymail)
Berita Selengkapnya Klik di Sini »