Kamis, 5 Juli 2012 15:25 WIB | Dibaca: 292 | Editor: Tri Dayaning Reviati
SURYA Online, SURABAYA - Pengusaha kafe dan restoran menaikkan harga rata-rata 7 persen di semester I/2012. Kenaikan harga ini terdorong oleh kenaikan harga bahan baku.
Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim Tjahjono Haryono mengatakan, untuk semester II/2012 belum ada rencana kenaikan lagi.
"Tetapi menjelang Lebaran biasanya harga akan terkoreksi lagi. Harga bahan baku seperti daging sapi, ayam, dan telur biasanya naik. Selain itu juga ada kebijakan larangan impor yang otomatis mempersulit kami," katanya, saat dihubungi Surya, Kamis (5/7/2012).
Ia mengatakan, opsi menaikkan harga sebenarnya merupakan pilihan terakhir bagi perngusaha karena konsumen saat ini semakin kritis terhadap kenaikan harga.
Jika kenaikan harga terlalu dikuatirkan konsumen akan beralih ke kafe dan restorna yang lain. "Persaingan bisnis F and B memang ketat, konsumennya juga semakin cerdas dalam memilih jadi kami sangat berhati-hati jika ingin menaikkan harga jual," ujar Tjahjono.
Sementara itu, Wakil Ketua Apkrindo Jatim, Steven Johnsons Tjan menambahkan, kenaikan harga diatas harga pasar sebetulnya justru akan menyusahkan pengusaha bersangkutan.
"Jika ada pengusaha yang menaikkan harga diatas 10 persen misalnya, mereka sendiri yang akan kesulitan karena pelanggannya akan pergi. Pada akhirnya mereka akan mencoba kasih diskon dan itu justru tidak produktif," pungkas Steven.
Berita Selengkapnya Klik di Sini »